Evaluasi Bisnis

evaluasi_bisnis

Pada awalnya ragu akan menulis evaluasi bisnis ini. Alasan (setan) saya adalah,
“Ngapain juga nulis evaluasi bisnis, kek yang udah gede aje”
“Wong orderan ndak mulus gitu kok mau bikin evaluasi bisnis”

Lalu (malaikat) saya berbisik,
“Heh ndul, orang bisa sukses karena belajar dari kesalahan masa lalu. Mau seberapa lama bisnis berjalan, evaluasi itu penting untuk mengurangi resiko dan meningkatkan potensi”

Oke akhirnya bisikan malaikat itu saya turuti. Dan evaluasi bisnis ini juga sebagai panduan biar ndak tersesat dan tak tahu jalan pulang -Cakra Khan-

——

Tak terasa, bulan Pebruari 2015 kemarin, usaha bisnis pembuatan tas dan dompet “Finish” sudah berusia setahun. Pada awalnya saya bingung, kapan deklarasi saya memulai bisnis ini. Karena awal mula bertemu dengan penjahit tas juga lebih dari setahun. Yang artinya sebelum Pebruari 2014, saya sudah bertemu dengan si penjahit.

Akhirnya saya lihat-lihat lagi blog Finish, ternyata awal saya posting tulisan tas pertama adalah 14-Pebruari 2015. Ya sudah, tanggal itu saja yang dijadikan awal memulai bisnis ini :mrgreen:

Berikut evaluasi bisnis yang akan jadi rujukan untuk tahun-tahun berikutnya.

  1. Material
    Setelah mencoba beragam material seperti kulit, kanvas, vinil & kulit sintetis. Saya memutuskan untuk fokus pada kulit (sapi, domba, kambing) saja. Pertimbangan hanya memilih bahan baku dari kulit saja karena faktor kuantiti yang lebih kecil ketimbang bahan yang lain. FYI harga satu feet (28 x 28 cm) kulit sama dengan 1 meter bahan yang lain.
    -Lho berarti lebih mahal doms?
    Memang lebih mahal, namun dengan harga selembar kulit sekitar 600rb, saya bisa menyimpannya di kamar kontrakan saya ketimbang saya harus beli satu glondong bahan lain. Dengan menggunakan kulit, saya tidak perlu membeli material pendukung seperti karton atau karet agar produk terlihat kaku. Karena material kulit sendiri, sudah kaku.
    Moral cerita : Fokus di satu material : KULIT
  2. Jenis Produk
    Lanjut ke jenis produk, setahun lalu, saya dengan pedenya berujar kepada dunia (halah lebay), bahwa saya menerima pembautan eh pembuatan segala macam bentuk, model tas dan dompet dari klien. Akhirnya usut-usut punya usut, saya kusut binti kelabakan menerima pesanan dan makin kusut menterjemahkan model produk dari klien ke pak penjahit.
    Dari diskusi dan gojek kere jancukan bersama kompetitor (baca : ODD Leather punya Ridho), ternyata dia hanya membuat dompet, phone sleeve, laptop sleeve dan passport case. Karena waktu yang dia punya habis untuk membuatnya. Dari empat produk itu saja, oom Ridho sudah kelabakan.
    Lalu mas paman Fahmi memberikan tautan instagram Brown Vlevet (BV). Dan rupanya BV juga sama seperti ODD leather, dia hanya membuat produk seperti oom Ridho.
    Moral cerita : Fokus di sedikit produk namun rutin diorder daripada nerima banyak produk jarang diorder.
  3. Pemasaran produk
    Evaluasi berikutnya adalah perihal pemasaran produk. Pak penjahit saya pernah berujar,
    “Produknya sampeyan bisa nitip jual ke butik-butik atau toko tas atau juga distro lo mas”
    Iya juga ya, namun saya belum menemukan toko tas atau butik yang mau menerima produk saya. Lah wong saya cuman nerima orderan bikin tas, belum buat tas untuk stok :lol:
    Rencana pemasaran nitip jual akan saya lakukan di tahun kedua ini. Karena sudah ada produk yang siap dipasarkan bulan depan. Semoga barokah. Aamiin.
  4. Memperkuat merek
    Saya baru nyadar, ternyata setiap pembuatan produk, merek Finish tidak terpatri. Jangankan emboss, stempel aja baru bikin sebulan lalu (10 bulan kemudian dari Pebruari 2014) :lol:
    Nah lo, mangkanya tahun kedua ini merek Finish kudu mengudara dan terpatri.

Moral cerita : Fokus bin Istiqomah (bisnis)

Lampiran pekerjaan pembuatan tas kostum dari “Finish”

  • Klien : Fierte Leather (Helmi)

  • Klien : Wahyu W (why)
    _DSC0197
  • Klien : Keenan Bags (Uli)
  • Klien : Nining
    nining_1
  • Klien : Jeepban
  • Klien : CV Infosys Solution
    infosys
  • Klien : Vicky Laurentina
    eval_2
  • Novy Hermianti

Kendala Bisnis UMKM

WP_001028

Sejak memutuskan menggeluti bisnis sampingan UKM berupa pembuatan tas dan dompet, ada beberapa hal yang menjadi catatan saya untuk melanjutkan bisnis ini menjadi industri yaitu;

  1. Sumber Daya Manusia
    Secara kualitas, pekerja usaha kami dengan jumlah personil enam orang sudah sangat mumpuni. Tiap personel memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Ada yang bagian membuat pola dari kertas, bagian menggunting dan menjahit. Hal yang jadi catatan kami adalah perihal kesehatan. Ketika salah satu bagian pembuatan tas dan dompet mengalami gangguan kesehatan, maka ada satu mata rantai yang terputus. Walau ada bagian lain yang bisa menggantikan, namun mengerjakan dua kerjaan juga membutuhkan energi. Ketika energi itu terkuras di tempat satu, maka untuk melanjutkan ke tempat dua, memerlukan waktu untuk mengembalikan energi (baca : istirahat).
  2. Modal Usaha
    Masalah klasik yang tetap menjadi cerita masa depan masih perihal modal. Dari perbankan konvensional, syariah, hingga perkreditan rakyat. Saya sudah mencoba bertanya perihal tata cara pengajuan kredit usaha kepada badan yang tersebut di atas. Kendala yang saya hadapi yaitu ijin usaha dan badan usaha. Bisa aja sih pinjem badan usaha punya Fahmi sebagai syarat untuk pengajuan ini. Namun, jenis usaha Fahmi yang bergelut di dunia elektronik dan komputer bertolakbelakang dengan usaha saya yang jahit-menjahit. Ada bocoran juga, bahwa pinjam badan usaha itu bisa hanya untuk formalitas belaka biar di setujui pihak bank. Saya ragu dan takut untuk mempertanggungjawabkan ketidakcocokan antara badan usaha dengan jenis usaha yang saya geluti. Istri saya sudah memberikan lampu hijau kepada saya untuk peminjaman modal bisa diambilkan dari tabungan.  Tapi entahlah, saya enggan menggunakan dana tabungan itu untuk modal usaha ini.
  3. Permintaan dan Kebutuhan
    Berhubung saya masih baru di bisnis ini, membaca kondisi pasar susah-susah-sulit. Dengan jumlah kompetitor yang banyak, baik baru atau lama, memilih segmen apa dan mana yang akan saya bidik. Dari perbincangan dengan cak Elang dan Fahmi, saya setuju dengan pendapat mereka berdua bahwa usaha saya membidik kalangan “tampil beda”. Kalangan yang mengutamakan kualitas dan ekslusifitas sebuah benda. Kalangan yang berani membayar mahal untuk sebuah benda yang hanya dia seorang yang punya di planet ini. Terdengar cukup mengerikan yeee :mrgreen: Dan saya berani mengambil ceruk kalangan ini karena bahan baku yang saya pakai adalah kulit asli.
  4. Personal vs Borongan
    Dari setahun menggeluti bisnis tas dompet ini, saya dihadapkan dua masalah krusial perihal jumlah pesanan. Personal atau borongan (baca : sedikit atau banyak). Untuk efisiensi waktu dan kerja, pesanan dalam jumlah banyak sangat menguntungkan. Karena dengan laba yang sedikit tiap itemnya, laba yang sedikit itu dapat berlipat untuk jumlah yang banyak.
    Kendala berikutnya perihal gaya konsumen Endonesia.
    a. Cepat, Bagus, Murah (ngenyang pisan)
    b. Bagus, Murah, Woles
    c. Bagus, Mahal, Spesifik
    Alhamdulillah, ketiga jenis konsumen tersebut sudah saya hadapi semua. Sebagai produsen, konsumen ketiga adalah idaman para pelaku usaha di dunia.
  5. Bukan Bisnis Utama
    Nah khusus masalah ini, adalah masalah saya sendiri bukan masalah anggota DPR *apeuw*. Saya sudah membuat peta jalur (road map) promosi ke beberapa rekan bisnis dan korporat beserta proposalnya. Namun menjalankan bisnis dengan bekerja sebagai pegawai kantoran merupakan tantangan yang mengasyikkan sekaligus melelahkan. Mengasyikkan karena membuat tas dan dompet merupakan perwujudan dari kegemaran saya akan desain.  Melelahkan karena sepulang jam kantor atau akhir pekan adalah untuk beristirahat, dan saya pakai waktu istirahat itu untuk usaha ini.
    Namun saya percaya kalimat : Selalu ada jalan bagi orang yang berusaha dan selalu ada harapan dari orang yang berdoa.

Apapun usaha yang saya kerjakan, semua akan bermuara kepada  keluarga saya.

Tas Etnik “Keenan”

Tas Laptop “Fierte”

Dompet Minimalis “Fierte”

tote_bag_FIX4

Tote Bag Kanvas

 

Passport Case

Kita dan Indosat adalah ICITY

ICITY itu apa sih? Imajinasi sebagian orang akan mengacu pada “Kotaku” atau “Kota Saya”. Padahal bukan kota loh.
Loh bukan toh? Lah terus apa dong kak angki?
Jadi gini *buka tirai bambu*

ICITY_2

ICITY itu adalah Indosat Community, sebuah forum para pengguna operator seluluar Indosat. Nah keistimewaan forum ICITY itu adalah forum pertama dan satu-satunya di Indonesia yang difasilitasi oleh operator seluler loh cuy. Bahkan ICITY itu crowd sourcing platform pertama di Asia Pasifik gaes.

ICITY bermula dengan nama Forum Ngobrol Bareng yang soft launch pada 4 Juli 2012 yang dihadiri para pengguna Indosat yang terbatas untuk menjajal dan memberi masukan kepada pihak manajemen Indosat.

Nah dari obrolan, masukan dan pembenahan sana-sini sejak soft launching itu, pada tanggal 12 September 2012 bertempat di The Cone, fX Lifestyle Xnter Jakarta, dilaksanakan grand launching Forum Ngobrol Bareng yang juga menandakan sebagai hari jadi Forum Ngobrol Bareng ini. Liputan acara Grand Launching Forum Ngobrol Bareng.

Eh gaes, nongton video dulu gaes perihal ICITY yes :wink:

Tentang ICITY

Sejarah Ngobrol Indosat

Nah pada Jumat, 26 September 2014 bertempat di Kantor Indosat Surabaya di Jl. Kayoon, saya dan istri mendapatkan undangan untuk menghadiri acara “2nd Anniversary ICITY : Join The Excitement and Sharing Between Community”. Iya acara ulang tahun ICITY yang kedua. Ho oh hari jadi ICITY yang kedua. Tentu saja saya, istri, Fahmi dan Vicky sebagai bloger legend pada masanya tak lupa berfoto selfie ria doms ah :mrgreen:

Happy 2nd Anniversary ICITY. Ki-ka Vicky, Oky, Angki, Fahmi (foto @efahmi)

Kuweh cupcakenya enyaaaakk (foto : @efahmi)

Hmmmmm, jajan iki enyak bingit deeeh :9 (foto : @efahmi)

Di ulang tahun ICITY yang kedua ini, pencapaian ICITY diakui dunia loh gaes. Pada tahun 2014, dalam acara Telco Strategies, ICITY mendapat penghargaan sebagai Most Advance Approached to CEM (Customer Experience Management) dari Telecom Asian sebagai buktinya.

Prashant Gokarn, Chief Strategy & Planning Officer Indosat (kanan) saat menerima penghargaan yang diserahkan oleh Sheng Kai, CEO Huawei Indonesia Representative Office (kiri)

Di acara ulang tahun ICITY yang kedua ini, juga diperkenalkan Duta IM3 se-Jawa Timur dan Superfans ICITY. Dengan jumlah anggota ICITY hingga tahun kedua ini mencapai 14.400, membuat ICITY berpotensi terus berkembang untuk memberikan layanan, panduan serta tips dan trik bagi pengguna Indosat. Dalam rangka ultah ICITY yang kedua, ada lomba posting di forum loh. Dengan hadiah utama jalan-jalan ke Bangka. Iya Bangka. Syarat dan ketentuannya lihat di sini ya gaes.

Naaah kan kan kan, kece berat kan kalo gabung di ICITY. Ohiya, berikut Press Release tentang HUT ke-2 ICITY :

Semangat Saling Membantu
Forum Indosat Community (ICITY) Merayakan Ulang Tahunnya yang ke-2

Hari / Tanggal  : Jumat, 26 September 2014
Tempat                : Kantor Indosat Surabaya
Hashtag               : #ICITY2ndAnniversary
Link                       : icity.indosat.com

Surabaya, 26 September 2014,

Forum ICITY sebagai forum berbasis solusi untuk pelanggan Indosat dan umum genap berusia 2 tahun pada tanggal 12 September 2014. Berawal dari ngobrol.indosat.com pada tahun 2012 dan berubah nama menjadi Forum ICITY (icity.indosat.com) pada 27 Mei 2013 sesuai hasil crowsourcing semua member forum. Forum ICITY bertujuan membuat Indosat menjadi pioneer perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang menjembatani pelanggan (komunitas) dalam membantu pelanggan lainnya.

Kolaborasi antara penyedia layanan telekomunikasi dan pelanggan menjadi hal utama dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan, dimana selain sebagai sarana mengutarakan ide atau saran seputar layanan Indosat, juga sebagai tempat hangout seru dan berinteraksi dengan pelanggan indisat lain. Info update program dan program layanan terbaru Indosat juga tersedia di forum ICITY. Selain itu forum ini juga membantu pelanggan yang mengalami permasalahan dalam menggunakan layanan indosat.

Lebih dari 14.000 member aktif dengan 1877 solusi tercatat membuat Forum ICITY sudah dikunjungi 6 juta netizen. Sampai bulan Agustus 2014 kemarin tercatat 307 knowledge base sebagai bantuan mandiri kepada pelanggan Indosat dan masyarakat, karena dapat diakses tidak hanya member saja.

“Forum ICITY telah mendapatkan Telecom Asia Award 2014 dalam kategori Most Advanced Approved to CEM Roy’s Morgan Award Custoomer Experience 2014 bukti Keseriusan kolaborasi Indosat dengan komunitasnya yang juga merupakan pelanggan aktif” demikian dikatakan Group Head Marketing Communication, Andrini Novie Hastuti.

Perayaan Ulang Tahun Forum ICITY yang ke-2 dipusatkan di Surabaya hari JUmat 26 September 2014. Acara ini juga menjadi sarana forum group discussion antar komunitas dan pelanggan sekaligus mengumumkan 5 orang SuperUser ICITY baru dalam membantu mengelola konten di Forum ICITY.

Itulah sekelumit cerita saya ketika hadir di acara Ulang Tahun ICITY. Saya berharap forum resmi dari operator selular seperti ICITY ini juga bisa diterapkan oleh operator seluler lainnya di Indonesia.

WP_001266

Tak lupa acara foto bareng menjadi hal wajib bagi kita semua. SUKSES TERUS ICITY (y)

Pasar Tradisional

Hal yang menarik ketika belanja ke pasar tradisional adalah interaksi antara penjual dan pembeli. Proses tawar menawar, ngobrolin sinetron, cerita rapor sang anak, posisi rumah juda atau duda keren serta cerita-cerita yang membuat nyengir kuda.

Sewaktu saya kecil setiap seusai solat subuh, bapak saya (alm) selalu mengajak saya ke pasar tradisional untuk belanja bahan makanan. Kemudian mama lah yang memasak untuk kami sekeluarga.

Kegiatan belanja setiap hari itu, karena keluarga kami belum memiliki kulkas untuk menyimpan bahan makanan. Selain itu, secara tidak langsung, saya & bapak berolahraga jalan kaki menuju pasar.

Ritual belanja itu diawali dengan minum ronde langganan bapak yang berada di depan pasar. Seusai minum ronde, kami menuju ke pasar untuk belanja lauk, sayuran, bumbu dan titipan mama.

Kini, dengan adanya pasar modern, interaksi tawar menawar dan cerita yang membuat nyengir kuda tidak ada. Interaksi hanya terjadi di kasir dengan tawaran punyakah kartu member, beli pulsa atau proma-promo lainnya. Dan jawaban saya "tidak".

Banyak hal yang saya pelajari dari pasar tradisional. Olahraga, negosiasi, guyonan, mandiri dan hmmm apalagi yak? Udah itu aja dulu deh.

Yang pasti saya rindu bapak & mama tentang hidup kehidupan yang mereka ajarkan bukan melulu uang, uang dan uang.

:’)

Kartu Pos

Kartu Pos

Semenjak kalender kantor bapak perusahaan yang setengahnya kartu pos, saya & istri jadi rajin menulis kartu pos. Kami mengirimnya ke saudara, teman kuliah, teman sekolah, teman blog, dan sahabat pena digital lainnya. Kalo mau mengirim kartu pos ke luar negeri sila registrasi di Postcrossing, kalo yang di Endonesia sila registrasi di Cardtopost. Dan ternyata kami sudah mengirim 17 (tujuhbelas) kartu pos (dan berlanjut).

Berkirim kartu pos ternyata membuat tulisan saya semakin baik (ceileeeeh), serta membuat hobi filateli jaman SMP & SMA kembali tumbuh. Selain itu, kartu pos yang diterima bisa dijadikan koleksi selain perangkonya.

Kartu pos yang sudah dikirim :

  1. Mama
  2. Tante Ina (Chairina)
  3. Admin Socmed PT. POS Indonesia
  4. Sabine
  5. Elvi Bandanaku
  6. Linda Leenk
  7. Vie Kusuma
  8. Indah Purnama
  9. Nabila Firdausi
  10. Oelpha
  11. Gea Laksita
  12. Dhyanayu Almitra
  13. Selvia Latuconsina
  14. Didik Yulianto
  15. Tianda
  16. Novpras (KingKing)
  17. Olivia Indah (oliphoph)

Kartu pos yang sudah saya terima

  1. Admin Socmed PT. POS Indonesia
  2. Gea Laksita
  3. Wahyi Dwi Ulfa

Apakah kamu mau saya kirimi kartu pos? Silahkan mention saya @angki atau komentar di blog ini beserta alamat dan kartu pos secara lengkap ya dan kutunggu balasan kartu posmu ;)

Tote Bag Kanvas

Originally posted on Finish:

tote_bag_FIX4
Dimensions : 36 x 39 cm
Material : Kanvas & kulit sintetis
Price : 125.000 IDR

Tote bag dengan bahan kanvas dan kulit sintesis. Muat untuk laptop 13 inch, cocok untuk dipakai kuliah, sekolah dan jalan-jalan. Ketersediaan warna denim, hijau dan krem.

Dapatkan diskon 20% (harga menjadi Rp.100.000) untuk pembelian mulai 2 pcs.

Format pemesanan SMS : NAMA (spasi) TOTE (spasi) ALAMAT TUJUAN kirim ke 081-963-1887

tote_bag_FIX1tote_bag_FIX2tote_bag_FIX3

View original

Terimakasih, Loenpia!

Originally posted on My Cookies:

16 Juni 2013 memang sudah satu bulan lebih berlalu, tapi rasa haru rasanya masih membekas sekali.

Terimakasih LoenJak, LoenJog, Daeng Ipul, @efahmi, yang sudah berkenan untuk meluangkan waktu, tenaga demi menghadiri acara pernikahan saya dan angki.. Terimakasih tak terhingga untuk semua Loenpia Semarang yang akhirnya bisa ngumpul bareng..

Page1

 

 

Page2

 

 

Page3

 

 

Page4

 

Page5

Terimakasih kalian semua, mwah!

View original