Mysterious May

May 2009

Tepat Sebulan lamanya saya tidak lagi menulis blog. Untung saja saya menulisnya di blog geratisan. Coba kalo berbayar rugi bandar cuy. Lagipula blog saya juga bukan blog berita yang kudu apdet setiap saat. Karepku bukan karepmu.

Berita baik dan buruk menghampiri kediaman mama saya di desa Jember selama bulan Mei. Kabar baik di minggu pertama bulan Mei adalah perihal keberangkatan mama saya ke Tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.

Mama saya terkejut, gembira, takut dan segala macam perasaan campur baur. Mama saya berasumsi bahwa keberangkatan untuk menunaikan ibadah haji adalah tahun 2010. Karena daftar tunggu ( waiting list ) untuk kloter wilayah Jember adalah tiga tahun. Dan mama saya mendaftar pada tahun 2007 ketika dia pensiun. Asumsi tersebut diperkuat petugas Depag yang mengatakan bahwa mama saya InsyaAllah berangkat pada tahun 2010 ketika pendaftaran.

+/- [Lanjut] Bagaimana dengan minggu-minggu berikutnya??

Legenda Kacang Kuah

kacang_kowa2Tersebutlah seorang putri raja nan cantik jelita berngaran Kanjeng Putri Tjahaju Anggraini. Putri dari kerajaan Malangpahit. Pada suatu hari, dia mendapat mandat dari sang ayahanda untuk berkelana ke kota sura ing Baya untuk mencari kejayaan negeri Malangpahit di masa depan.

Dalam pengembaraannya, sang Putri ditemani oleh Raden Mas Angki Bukaningrat. Seorang pangeran kentir dari negeri antah berantah. Kecintaan sang putri terhadap macam klenik, ragam kuliner dan bangunan peninggalan sejarah, diterjemahkan dengan baik oleh Raden Mas Angki Bukaningrat. Berdua mereka menjelajah setiap sudut kota Sura ing Baya dikala mereka tidak bertapa.

Hingga pada suatu ketika sang putri mengutarakan keinginan pada sang pangeran:
Kanjeng Putri Tjahaju Anggraini (Tj): Kangmas
Raden Mas Angki Bukaningrat (An): Iya diajeng
Tj: Ada satu keinginan yang belum aku temui di kadipaten ini kangmas.
An: Katakanlah itu diajeng
Tj: Aku belum menikmati Kacang Kuah
An: Apa itu diajeng?
Tj: Engkau tidak tahu kangmas?
An: Tidak diajeng, sudi kiranya engkau memberitahukan jenis makanan itu.
Tj: Engkau benar-benar tidak tahu kangmas?
An: Hamba benar-benar tidak tahu diajeng.
Tj: Engkau SUNGGUH TERLALU kangmas.
An: Maafkan hamba diajeng.
Tj: Kacang kuah itu adalah kacang tanah dengan kuah jahe kangmas.
An: Mmmm…
Tj: Disantap di pagi hari atau ketika malam menjelang sungguh nikmat kangmas.
An: Sakit kalo disantap diajeng
Tj: Bukan santap itu kangmas pekok. Disantap disini dimakan.

An: Sekali lagi maaf diajeng
Tj: Di Malangpahit banyak sekali kangmas. Di Batavia ada lo kangmas. Masa’ di Kadipaten Sura ing Baya tidak ada kang mas?
An: Oh ya?
Tj: Iya, di Batavia ada
An: Baiklah diajeng aku akan mencari untukmu
Tj: Engkau memang baik kangmas
An: Terima Kasih diajeng.

Dengan penuh penasaran, Raden Mas Angki Bukaningrat, berkelana mencari penjual kacang kuah. Dari ujung Timur Sura ing Baya sampai semenanjung Utara kota Sura ing Baya. Hasilnya nihil.

Di sela-sela istirahat di kerajaan kota Sura ing Baya, sang Pengeran bertanya kepada salah satu abdi kerajaan Sura ing Baya.
Raden Mas Angki Bukaningrat (An) : Ning, tahukah engkau penjual kacang kuah?
Abdi Kerjaan (AK): Ada pangeran, di alun-alun Tambaksari.
An: Dimanakah letaknya Ning?
AK: Dia tidak memiliki tempat berjualan.
An: Maksudnya?
AK: Dia berkelana pangeran.
An: Jadi ider gitu ning?
AK: Yup

Dengan perasaan bahagia sekaligus dongkol, Raden Mas Angki Bukaningrat meninggalkan Kerajaan untuk mencari penjual kacang kuah. Memang nasib baik belum berpihak kepada Raden Mas Angki Bukaningrat. sang penjual Kacang kuah tidak ditemui oleh Pangeran.

Dengan kecewa dia kembali ke kerajaan untuk melanjutkan pertapaannya.

Sambil membuka surat yang masuk ke meja redaksi Pangeran, dia tertarik pada sebuah surat yang memberitahukan berita perjalanan ke masa lalu dan masa silam. Di kala suntuk menyerang, di balaslah surat itu untuk menjadi peserta.

Selesai perjalanan itu, Pangeran kembali ke padepokan untuk mengingat-ngingat perjalanan ke masa lalu yang akan ditulis dalam babad kentirnya. Selama perjalanan, dia terpaku pada seorang bapak yang menggunakan gerobak dan tertulis:

kacang kowa

BINGOO..!!!!

Ini dia yang saya cari. Begitu ucap pangeran.
Tanpa pikir pendek, dihadanglah penjual gerobak tersebut. Dengan muka terkejut sang bapak berhenti. Pangeran dengan sumringah memesan kacang kuah tersebut.

Dengan hati gembira, Pangeran memberitahukan kepada Kanjeng Putri Tjahaju Anggraini, bahwa dia telah berhasil mendapatkan penjual Kacang Kuah. Sang Putri menyambut dengan riang kabar tersebut. Ketika akan menjemput sang Putri di padepokan Kaliasin, ternyata sang Putri berada di kereta Kencana menuju Batavia.

[bersambung.....]

Genta Jogjakarta

[cerita notepad di harddisk nan basi dari perjalanan dari Jakarta van Batavia yang baru sempat saya posting.]

Hari keempat adalah hari terakhir Angki di Jakarta. Hari keempat ini kami tidak langsung kembali ke Surabaya, kami mampir ke Jogja terlebih dahulu untuk meredam ganasnya waktu yang berjalan begitu cepat ketika di Jakarta.

Sampai di Jogja Jumat malam jam 21:15 WIB. Angki langsung teringat Juminten yang merupakan pertemuan rutin Cah Andong. Jumiten pertama dan berkesan bulan Juli lalu yang merupakan Juminten Asep. Bertemu pertama kali dengan Mas Iman Brotoseno bersama Sarah “Buanadara” Astri di seputaran Nol Kilometer Jogja disertai lampu jalanan padam karena….. Ah sudahlah.

Waktu di kota Jogja serasa lebih lambat bila dibandingkan Jakarta yang begitu deras menghanyutkan waktu. Malioboro, Pasar Brigharjo, Keraton Jogja, Vrederburg, Taman Sari dapat dinikmati dalam waktu satu hari. Dan Prambanan gagal dikujungi, karena jam tutup candi adalah 17:00 WIB. Dan kami sampai ke Candi Prambanan pukul 17:15 WIB. Tutup dueeehhh.

Angki kontak Anto Bilang, apakah malam minggu yang betepatan tanggal 14 Februari, jelata Cah Andong ada kopdar asmara. Anto menyarankan untuk menghubungi Momon sahaja. Nico adalah rujukan selanjutnya, serta merta Nico memberitahukan wawacara di radio deket Keraton.

Hujan yang mengguyur sejak di Jakarta, bersambung di Jogja jua. Episode turun air merusak pemadangan indah kota Jogja dari siang hingga senja menyambut secara antagonis. Media rekam gambar tak kuasa menempatkan pencahayaan yang sempurna di setiap detail relief hidup masyarakat Jogja.

Hingga malam menjelang………………

Investasi BCA di Bank Mandiri

bca-mandiri

Angki k0k ndak tahu ya, BCA dan Bank Mandiri merger??
:roll:

I’m Yours Mirasantika (Jason Marz ft Rhoma Irama)

mirzantika

http://angki.stripgenerator.com/2009/03/09/im-yours-mirasantika-jason-marz-irama.html

[disclaimer: Hanyalah komik iseng semata, kalo ada yang tersinggung monggo bikin komik tandingan]

Lingkungan Hidup Dalam Kehidupanku

LHG’ kerasa bulan Maret ini setahun yang lalu Angki menjadi abdi negara (baca: bukan PNS) Pemerintah Kota Surabaya. Diawali pada awal Maret 2008 (dduh aku lupa tanggal’e) dari percakapan telepon antara Angki dan Anita Sri Indarwanti. Dalam percakapan itu, Anita menawarkan untuk bergabung di Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Surabaya. Tanpa pikir pendek, Angki mengiyakan untuk bergabung di LH. Walaupun Angki saat itu adalah mahasiswa dengan status akan wisuda. Alasan langsung bergabung adalah untuk menjaga nama baik Angki di kampus yang terkenal tapi tidak belum lulus. Hal yang menyakitan adalah bulan September 2007. Di saat temen-temen angkatan Angki berwisuda dengan senyum berkembang ditemani para ortu dan PW-nya. Angki masih berkutat dengan semikonverter.

Ah sudahlah, dunia belum berakhir kalau Angki belum lulus. Bukankah dengan tertundanya kelulusan itu berarti Angki masih berstatus mahasiswa. Kalo ditanya orang apakah masih kuliah atau udah lulus, kan enak kalo menjawab masih mahasiswa. Daripada udah wisuda tapi belum dapet kerja, itu menyakitkan [ngeles mode: ON].

Nah dengan bergabungnya Angki di LH, itu adalah salah satu bentuk penyangkalan daripada mahasiswa PENS yang lulusnya telat. Soalnya ada temen Angki yang lulus September 2007 masih belum mendapatkan kerja. Bangga donk Angki. Yoii..!! :mrgreen: . Walau ada “pengkhianatan” antara Angki sebagai mahasiswa Lingkungan Teknik (baca: Elektro) dengan bekerja Teknik Lingkungan. Jaka Sembung naek Onta, G’ nyambung gilaa..!!!

Ah sudahlah.

Tulisan ini adalah untuk mengucapkan Terima Kasih Kepada:
1. Anita Sri Indrawanti
lh_nitaPetugas Surveyor LH. Andai Angki g’ kenal dengan mbak Nita ini, Angki g’ akan bisa dan tidak akan pernah bergabung dengan Lingkungan Hidup Pemkot Surabaya. sekarang mbak Nita telah diterima kerja di Departemen Pekerjaan Umum di Jakarta per Desember 2008. Praktis, Angki sorangan di LH per Desember. Ada satu pertanyaan yang mengganjal Angki tentang Anita. “Kenapa kamu memilih saya menjadi partner kerjamu?:roll:
[+/-] Lanjut Baca: Siapa saja mereka???

Jakarta Bersahabat

[hari ke-2]

di Trans-Jakarta jurusan HarmoniWalau Jakarta itu laknat, tapi cukup bersahabat dengan kehadiran TransJakarta yang lebih familiar dikatakan busway. Dengan hanya 3500 IDR, semua orang bisa berkeliling Jakarta dari Ancol hingga Ragunan dengan syarat tidak keluar dari shelter.
Hari kedua di Jakarta, kami cukup gembira ditemani Stefi sebagai tour guide. Paling tidak, peluang kami tersesat jadi kecil lah.

Di hari kedua ini kami menuju Pasar Baru untuk membeli perlengkapan 450D di Aneka Jaya Foto. Tersebutlah nominal 3 jutaan yang keluar. Hemat satu jutaan bila kami membeli barang yang sama di Surabaya. Dan kami mengurungkan niat untuk membeli 50-D. Karena menurut kami 50 D g’ enak. G’ enak di duit maksudnya :mrgreen:
[+/-] Lanjut Baca: Petualangan ke Jakarta