Hackintosh

Hackintosh di Compaq CQ510 dengan spesifikasi:
Intel Core 2 Duo
VGA chipshet intel X-3100
RAM 1GB
Using HAZARD distro non retail installer

Keberhasilan meng-instal Macintosh (Snow Leopard) di tentukan dari warna menu bar bagian atas. Jika warna bar menunjukkan warna transparan, maka instalasi Mac telah berhasil seperti gambar berikut. Jika warna bar berwarna putih keabu-abuan (tidak transparan) walau berjalan di 64-bit dan dalam ukuran pixel sesuai pixel monitor (misal: 1366 x 768 px), maka instalasi Mac di komputer belum berhasil.

Butuh lima hari penuh bisa berhasil dan sukses. Pada hari ke-3 Hackintosh CQ-510 berhasil terinstal dengan berjalan di 32-bit kernel. Ketika dicoba di 64-bit kernel, kembali gagal dan gambar latar belakang menjadi ukuran 1024 x 768 pixel yang seharusnya 1366 x 768 pixel sesuai dengan ukuran pixel monitor. Di samping itu, informasi nilai bit jadi hilang <– pada saat ini terjadi bener-bener bikin “panic at the lab-sco” !!! Tapi ada yang unik, ketika dicoba di 64-bit, computer name merujuk ke Macbook Air :)

Hingga tulisan ini dimuat, ada beberapa fitur yang belum berjalan sempurna yaitu:

  1. Klik di Trackpad (solusi: pake mouse, habis perkara)
  2. WiFi (solusi: pake tambahan USB WiFi sangat bisa, atau mau OnLine pake usb modem wes mlaku)
  3. Logo Apel krowak di casing LCD ndak keluar (solusi: beli stiker tempel di jidat!!)

Jika ingin eksperimen monggo dan pastikan tiga spesifikasi utama komputer anda sebagai berikut:

  1. Prosesor Intel Core 2 Duo.
  2. VGA nVidia (nilai RAM bebas), jika dana terbatas, pastikan VGA ber-chipset Intel GMA-X3100. Walau X4500 lebih bagus, tapi ndak isa di-hackintosh-kan.
  3. RAM 2GB.

Info lebih lengkap silahkan mampir ke situs http://mac-inul.com.

Jika masih kurang puas, silahkan beli produk Apple sesungguhnya (solusi sempurna) :P

Jika Aku Bukanlah Aku (Ari Lasso-2003)

Nama Angki bukanlah nama yang ekslusif. Begitupun juga dengan nama Ainur Rifqi. Kedua nama tersebut ada yang berwujud laki-laki atau perempuan serta tidak menutup kemungkinan waria di Indonesia (atau juga hewan?).

Dan perlu diingat, nama adalah bahasa terindah di dunia karena diucapkan sama di belahan negara manapun.

Sebuah nama menjadi eksklusif jika kita memiliki nama yang terdaftar di dunia internet a.k.a domain name. Sambil berkata angki.com itu milikku bukan milik kalian.

Tapi nama angki[dot]com sudah ada yang pakai. Seingat saya, angki[dot]net, [dot]org juga telah diakuisi oleh Angki yang bukan saya. Jika masih ada, domain angki[dot]info masih available. Tapi jangan harap saya mau memakainya. G’ tahu kenapa kok kerasa aneh aja kalo pake [dot]info apalagi [dot]asia dan [dot]empathuruflainnya terlebih [dot]limahuruflainnya.

Akun Angki yang terlambat saya akusisi yaitu:

  1. Blogspot

    angki[dot]blogspot[dot]com tampilannya “Curhat Angki”
  2. Multiply

    angki[dot]multiply[dot]com dimiliki seorang cewek dan hanya berisi dua foto berkamera VGA. Sempet tanya via email, tapi tidak mendapatkan respon, yasud buat akun radenangki.multiply.com
  3. Dan masih banyak lagi angki yang bukan saya yang ini yang memiliki akun di internet ;)

Beberapa situs internet yang berhasil diakuisisi dengan akun Angki yang ini bukan Angki yang lain yaitu:

  1. WordPressPertama kali pake tahun 2007 dan merasa kagok karena kulina (terbiasa-Jawa) dengan belogsepot. Gabung di WP karena sekedar mengakuisisi nama http://angki[dot]wordpress[dot]com. Setelah diutak-atik siang malam, ketemulah fasilitas “Import from Another Blog” dan pilihan improt dari belogsepot juga ada, maka langsung aja ekspor-impor dari belogsepot ke WP.

    Tarraaaa inilah wordpress milik Angki yang ini.

  2. FacebookPenamaan FB dengan nama baru sekitar setahun yang lalu. Dan itupun masih harus daftar terlebih dahulu untuk validasi. Baru setelah itu nama yang didaftarkan akan diterbitkan (published) [cmiiw].

    Tarraaa inilah Facebook[slash]angki

  3. TwitterAkun angki di twitter pada awalnya hanya sekedar mengakuisisi nama tanpa ada motif untuk menggali lebih dalam cara penggunaannya. Begitu tahu ada situs Twitter yang bisa memiliki akun layaknya email, saya tertarik sekedar memeriksa apakah nama angki “still available”. Dan benar adanya, angki[dot]wordpress masih “available”. Sempat vakum karena merasa aneh dengan Twitter yang hanya memuat 140 karakter serupa sms. Tapi semenjak beberapa acara telepisi menerapkan twitter sebagai pengumuman singkat dan mengemukakan topik agar direspon oleh pemirsanya, maka saya mencoba mengetahui cara pake Twitter lebih dalam. Ternyata mengasyikkan jugak.

    Taraaa inilah twitter [slash] angki.

  4. Strip GeneratorSaya ketularan Ndorokakung yang sudah punya komikstrip ginian dan lucu-lucu lebih dulu. Maka dibuatlah akun angki[dot]stripgenerator untuk menggambar (sambil akuisisi nama-tentu). Dan baru sadar kalo menggambar kudu punya imajinasi agar yang dimaksud di gambar mengena. Walau stripgenerator merupakan situs gambar yang tinggal drag and drop untuk menggambar, tapi pilihannya terbatas dan tidak ada kostumisasi untuk gambar yang tidak terdapat di pustaka gambar stripgenerator.
  5. PlurkDiundang (invite) oleh Pahmi atau Gita (embuh sapa lali aku) untuk ikutan punya akun plurk. Tentu saya terima dengan senang hati. Secara plurk masih baru dan akun angki tentunya (harus) ada :D . Plurk mirip dengan Twitter, perbedaannya ialah perihal balasan (reply) dan emotikon. Untuk balasan status di plurk akan tertampil di bawah status yang dikomentari (treaded). Sedangkan untuk twitter, balasan tampil di halaman orang yang dikomentari (@Mention). Lalu emotikon di Plurk lucu-lucu dan akan bertambah jika kita sampai di surga.

Ada penelitian yang menyebutkan kalo maenan Twitter dan Plurk dapat menyebabkan orang jadi bodoh. Saya mikir pada bagian mana dari plurk dan twitter dari penelitian tersebut yang membodohkan. Yang saya tahu, bisa bikin idiot itu benar adanya =))

Moral cerita: Banyak nama di dunia yang sama dengan milik kita. Rusak atau tidak nama baik seseorang, ditentukan oleh sikap seseorang tersebut. Bagaimana dengan Angki? auahgelap

foto taken from: here

Fenomena Dunia Kecil

Salah satu chiklit yang saya miliki yaitu Cintapucino karangan Icha Rahmanti, di halaman daftar pustaka buku itu, Icha merujuk pada tulisan Robby Muhammad di koran nasional tentang pertemanan.

Dalam chiklit itu, Fenomena Dunia Kecil adalah kejadian yang menjelaskan bahwa teman dari teman kita yang kelima adalah teman kita juga. Bingung?? Mari kita buat lebih lebih mudah dengan lingkaran setan eh teman berikut.

Dari lingkaran tersebut, saya pertama mengenal Fahmi terlebih dahulu di komunitas Wisata Surabaya. Dari Fahmi, saya kenal Siwi di lokasi (sebelum) hujan badai menerpa di Monkasel Surabaya. Lalu dari Siwi saya mengenal Momon di tiik Kilometer Nol di acara Juminten Cah Andong Jogjakarta yang bertepatan pula dengan pemadaman listrik di Kilometer Nol Jogja.

Restu itu teman SMP saya, dia adalah keponakan jauh tak terhingga dari gitaris Gun’s and Roses yang termasyhur dengan rambut kribonya. Tapi Restu lebih senang mengaku sebagai adik dari John Paul Ivan gitaris Boomerang. Ndilalah, Restu mengenal baik Momon, ndak tahu bijimana ceritanya mereka bersua.

Moral cerita: setiap ada Siwi selalu ada masalah walau terkadang tertutupi oleh cerita menyenangkan :D

Welcome Back

Ternyata udah hampir setahun lamanya (H-4) saya vakum dari aktifitas blogging (posting, blogwalking, kopd(g)aring, njengking dan ing-ing lainnya). Kehilangan motivasi akan menulis yang jadi kambing putih dalam ke-vakum-an saya.

Permainan di Fesbuk yang kalo ndak maen sehari rasanya seperti sehari ndak maen saya jadikan kambing putih. Lalu ada Twitter yang dulu saya ndak tahu bijimana makenya, setelah tahu malah mengasyikkan.

Yang terakhir dan tidak kalah pentingnya yaitu rusaknya komputer yang saya gunakan untuk menyimpan tulisan saya siap terbit (publish). Ah segitu dulu tulisan yang saya tulis di blog -baru tapi lama- saya ini.

Happy blogging (and anniversary)  again :)

Mysterious May

May 2009

Tepat Sebulan lamanya saya tidak lagi menulis blog. Untung saja saya menulisnya di blog geratisan. Coba kalo berbayar rugi bandar cuy. Lagipula blog saya juga bukan blog berita yang kudu apdet setiap saat. Karepku bukan karepmu.

Berita baik dan buruk menghampiri kediaman mama saya di desa Jember selama bulan Mei. Kabar baik di minggu pertama bulan Mei adalah perihal keberangkatan mama saya ke Tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.

Mama saya terkejut, gembira, takut dan segala macam perasaan campur baur. Mama saya berasumsi bahwa keberangkatan untuk menunaikan ibadah haji adalah tahun 2010. Karena daftar tunggu ( waiting list ) untuk kloter wilayah Jember adalah tiga tahun. Dan mama saya mendaftar pada tahun 2007 ketika dia pensiun. Asumsi tersebut diperkuat petugas Depag yang mengatakan bahwa mama saya InsyaAllah berangkat pada tahun 2010 ketika pendaftaran.

+/- [Lanjut] Bagaimana dengan minggu-minggu berikutnya??

Legenda Kacang Kuah

kacang_kowa2Tersebutlah seorang putri raja nan cantik jelita berngaran Kanjeng Putri Tjahaju Anggraini. Putri dari kerajaan Malangpahit. Pada suatu hari, dia mendapat mandat dari sang ayahanda untuk berkelana ke kota sura ing Baya untuk mencari kejayaan negeri Malangpahit di masa depan.

Dalam pengembaraannya, sang Putri ditemani oleh Raden Mas Angki Bukaningrat. Seorang pangeran kentir dari negeri antah berantah. Kecintaan sang putri terhadap macam klenik, ragam kuliner dan bangunan peninggalan sejarah, diterjemahkan dengan baik oleh Raden Mas Angki Bukaningrat. Berdua mereka menjelajah setiap sudut kota Sura ing Baya dikala mereka tidak bertapa.

Hingga pada suatu ketika sang putri mengutarakan keinginan pada sang pangeran:
Kanjeng Putri Tjahaju Anggraini (Tj): Kangmas
Raden Mas Angki Bukaningrat (An): Iya diajeng
Tj: Ada satu keinginan yang belum aku temui di kadipaten ini kangmas.
An: Katakanlah itu diajeng
Tj: Aku belum menikmati Kacang Kuah
An: Apa itu diajeng?
Tj: Engkau tidak tahu kangmas?
An: Tidak diajeng, sudi kiranya engkau memberitahukan jenis makanan itu.
Tj: Engkau benar-benar tidak tahu kangmas?
An: Hamba benar-benar tidak tahu diajeng.
Tj: Engkau SUNGGUH TERLALU kangmas.
An: Maafkan hamba diajeng.
Tj: Kacang kuah itu adalah kacang tanah dengan kuah jahe kangmas.
An: Mmmm…
Tj: Disantap di pagi hari atau ketika malam menjelang sungguh nikmat kangmas.
An: Sakit kalo disantap diajeng
Tj: Bukan santap itu kangmas pekok. Disantap disini dimakan.

An: Sekali lagi maaf diajeng
Tj: Di Malangpahit banyak sekali kangmas. Di Batavia ada lo kangmas. Masa’ di Kadipaten Sura ing Baya tidak ada kang mas?
An: Oh ya?
Tj: Iya, di Batavia ada
An: Baiklah diajeng aku akan mencari untukmu
Tj: Engkau memang baik kangmas
An: Terima Kasih diajeng.

Dengan penuh penasaran, Raden Mas Angki Bukaningrat, berkelana mencari penjual kacang kuah. Dari ujung Timur Sura ing Baya sampai semenanjung Utara kota Sura ing Baya. Hasilnya nihil.

Di sela-sela istirahat di kerajaan kota Sura ing Baya, sang Pengeran bertanya kepada salah satu abdi kerajaan Sura ing Baya.
Raden Mas Angki Bukaningrat (An) : Ning, tahukah engkau penjual kacang kuah?
Abdi Kerjaan (AK): Ada pangeran, di alun-alun Tambaksari.
An: Dimanakah letaknya Ning?
AK: Dia tidak memiliki tempat berjualan.
An: Maksudnya?
AK: Dia berkelana pangeran.
An: Jadi ider gitu ning?
AK: Yup

Dengan perasaan bahagia sekaligus dongkol, Raden Mas Angki Bukaningrat meninggalkan Kerajaan untuk mencari penjual kacang kuah. Memang nasib baik belum berpihak kepada Raden Mas Angki Bukaningrat. sang penjual Kacang kuah tidak ditemui oleh Pangeran.

Dengan kecewa dia kembali ke kerajaan untuk melanjutkan pertapaannya.

Sambil membuka surat yang masuk ke meja redaksi Pangeran, dia tertarik pada sebuah surat yang memberitahukan berita perjalanan ke masa lalu dan masa silam. Di kala suntuk menyerang, di balaslah surat itu untuk menjadi peserta.

Selesai perjalanan itu, Pangeran kembali ke padepokan untuk mengingat-ngingat perjalanan ke masa lalu yang akan ditulis dalam babad kentirnya. Selama perjalanan, dia terpaku pada seorang bapak yang menggunakan gerobak dan tertulis:

kacang kowa

BINGOO..!!!!

Ini dia yang saya cari. Begitu ucap pangeran.
Tanpa pikir pendek, dihadanglah penjual gerobak tersebut. Dengan muka terkejut sang bapak berhenti. Pangeran dengan sumringah memesan kacang kuah tersebut.

Dengan hati gembira, Pangeran memberitahukan kepada Kanjeng Putri Tjahaju Anggraini, bahwa dia telah berhasil mendapatkan penjual Kacang Kuah. Sang Putri menyambut dengan riang kabar tersebut. Ketika akan menjemput sang Putri di padepokan Kaliasin, ternyata sang Putri berada di kereta Kencana menuju Batavia.

[bersambung.....]

Genta Jogjakarta

[cerita notepad di harddisk nan basi dari perjalanan dari Jakarta van Batavia yang baru sempat saya posting.]

Hari keempat adalah hari terakhir Angki di Jakarta. Hari keempat ini kami tidak langsung kembali ke Surabaya, kami mampir ke Jogja terlebih dahulu untuk meredam ganasnya waktu yang berjalan begitu cepat ketika di Jakarta.

Sampai di Jogja Jumat malam jam 21:15 WIB. Angki langsung teringat Juminten yang merupakan pertemuan rutin Cah Andong. Jumiten pertama dan berkesan bulan Juli lalu yang merupakan Juminten Asep. Bertemu pertama kali dengan Mas Iman Brotoseno bersama Sarah “Buanadara” Astri di seputaran Nol Kilometer Jogja disertai lampu jalanan padam karena….. Ah sudahlah.

Waktu di kota Jogja serasa lebih lambat bila dibandingkan Jakarta yang begitu deras menghanyutkan waktu. Malioboro, Pasar Brigharjo, Keraton Jogja, Vrederburg, Taman Sari dapat dinikmati dalam waktu satu hari. Dan Prambanan gagal dikujungi, karena jam tutup candi adalah 17:00 WIB. Dan kami sampai ke Candi Prambanan pukul 17:15 WIB. Tutup dueeehhh.

Angki kontak Anto Bilang, apakah malam minggu yang betepatan tanggal 14 Februari, jelata Cah Andong ada kopdar asmara. Anto menyarankan untuk menghubungi Momon sahaja. Nico adalah rujukan selanjutnya, serta merta Nico memberitahukan wawacara di radio deket Keraton.

Hujan yang mengguyur sejak di Jakarta, bersambung di Jogja jua. Episode turun air merusak pemadangan indah kota Jogja dari siang hingga senja menyambut secara antagonis. Media rekam gambar tak kuasa menempatkan pencahayaan yang sempurna di setiap detail relief hidup masyarakat Jogja.

Hingga malam menjelang………………