Kendala Bisnis UMKM

WP_001028

Sejak memutuskan menggeluti bisnis sampingan UKM berupa pembuatan tas dan dompet, ada beberapa hal yang menjadi catatan saya untuk melanjutkan bisnis ini menjadi industri yaitu;

  1. Sumber Daya Manusia
    Secara kualitas, pekerja usaha kami dengan jumlah personil enam orang sudah sangat mumpuni. Tiap personel memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Ada yang bagian membuat pola dari kertas, bagian menggunting dan menjahit. Hal yang jadi catatan kami adalah perihal kesehatan. Ketika salah satu bagian pembuatan tas dan dompet mengalami gangguan kesehatan, maka ada satu mata rantai yang terputus. Walau ada bagian lain yang bisa menggantikan, namun mengerjakan dua kerjaan juga membutuhkan energi. Ketika energi itu terkuras di tempat satu, maka untuk melanjutkan ke tempat dua, memerlukan waktu untuk mengembalikan energi (baca : istirahat).
  2. Modal Usaha
    Masalah klasik yang tetap menjadi cerita masa depan masih perihal modal. Dari perbankan konvensional, syariah, hingga perkreditan rakyat. Saya sudah mencoba bertanya perihal tata cara pengajuan kredit usaha kepada badan yang tersebut di atas. Kendala yang saya hadapi yaitu ijin usaha dan badan usaha. Bisa aja sih pinjem badan usaha punya Fahmi sebagai syarat untuk pengajuan ini. Namun, jenis usaha Fahmi yang bergelut di dunia elektronik dan komputer bertolakbelakang dengan usaha saya yang jahit-menjahit. Ada bocoran juga, bahwa pinjam badan usaha itu bisa hanya untuk formalitas belaka biar di setujui pihak bank. Saya ragu dan takut untuk mempertanggungjawabkan ketidakcocokan antara badan usaha dengan jenis usaha yang saya geluti. Istri saya sudah memberikan lampu hijau kepada saya untuk peminjaman modal bisa diambilkan dari tabungan.  Tapi entahlah, saya enggan menggunakan dana tabungan itu untuk modal usaha ini.
  3. Permintaan dan Kebutuhan
    Berhubung saya masih baru di bisnis ini, membaca kondisi pasar susah-susah-sulit. Dengan jumlah kompetitor yang banyak, baik baru atau lama, memilih segmen apa dan mana yang akan saya bidik. Dari perbincangan dengan cak Elang dan Fahmi, saya setuju dengan pendapat mereka berdua bahwa usaha saya membidik kalangan “tampil beda”. Kalangan yang mengutamakan kualitas dan ekslusifitas sebuah benda. Kalangan yang berani membayar mahal untuk sebuah benda yang hanya dia seorang yang punya di planet ini. Terdengar cukup mengerikan yeee:mrgreen: Dan saya berani mengambil ceruk kalangan ini karena bahan baku yang saya pakai adalah kulit asli.
  4. Personal vs Borongan
    Dari setahun menggeluti bisnis tas dompet ini, saya dihadapkan dua masalah krusial perihal jumlah pesanan. Personal atau borongan (baca : sedikit atau banyak). Untuk efisiensi waktu dan kerja, pesanan dalam jumlah banyak sangat menguntungkan. Karena dengan laba yang sedikit tiap itemnya, laba yang sedikit itu dapat berlipat untuk jumlah yang banyak.
    Kendala berikutnya perihal gaya konsumen Endonesia.
    a. Cepat, Bagus, Murah (ngenyang pisan)
    b. Bagus, Murah, Woles
    c. Bagus, Mahal, Spesifik
    Alhamdulillah, ketiga jenis konsumen tersebut sudah saya hadapi semua. Sebagai produsen, konsumen ketiga adalah idaman para pelaku usaha di dunia.
  5. Bukan Bisnis Utama
    Nah khusus masalah ini, adalah masalah saya sendiri bukan masalah anggota DPR *apeuw*. Saya sudah membuat peta jalur (road map) promosi ke beberapa rekan bisnis dan korporat beserta proposalnya. Namun menjalankan bisnis dengan bekerja sebagai pegawai kantoran merupakan tantangan yang mengasyikkan sekaligus melelahkan. Mengasyikkan karena membuat tas dan dompet merupakan perwujudan dari kegemaran saya akan desain.  Melelahkan karena sepulang jam kantor atau akhir pekan adalah untuk beristirahat, dan saya pakai waktu istirahat itu untuk usaha ini.
    Namun saya percaya kalimat : Selalu ada jalan bagi orang yang berusaha dan selalu ada harapan dari orang yang berdoa.

Apapun usaha yang saya kerjakan, semua akan bermuara kepada  keluarga saya.

Tas Etnik “Keenan”

Tas Laptop “Fierte”

Dompet Minimalis “Fierte”

tote_bag_FIX4

Tote Bag Kanvas

 

Passport Case

One thought on “Kendala Bisnis UMKM

thank you for comment ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s