Kepuasan Memasak

Saya baru menyadari bahwa dalam memasak ada ragam unsur kimiawi yang kuat. Salah satu unsur itu adalah kepuasan batin.

Saya jadi merasakan bagaimana perasaan mama ketika beliau memasak dan saya tidak memakannya. Bisa jadi saya sudah makan di warung atau di traktir teman. Sekedar info bahwa porsi memasak mama saya bisa untuk 5 orang. Walau jumlah penghuni rumah Sumbersari sudah dua orang sepeninggal bapak saya. Alasan mama memasak dalam jumlah banyak, supaya keesokanharinya masakan hari ini tinggal dihangatkan.

Karena itulah setiap saya mudik, sebisa mungkin biar saya saja yang masak. Walau saya baru bisa sebatas masak air biar mateng untuk bikin sop, kopi, gesang, nasi goreng dan oseng-oseng. Setidaknya porsi masakan bisa saya tentukan sendiri. Mau sehari saja, tinggal masak nasi goreng. Mau dua hari bisa oseng-oseng dan gesang dan sop kombinasi ketiganya lah. Atau tiga hari sama ya terserah.

Alasan lainnya, bagi saya, lelaki yang bisa memasak adalah lelaki yang seksi. Saya lebih memilih disuruh memasak dibanding benerin genteng atau benerin motor mogok.

__
via email
Best Regards,
ainur rifqi || @angki

16 thoughts on “Kepuasan Memasak

  1. bener mas, masak itu kepuasan batin…
    dulu pas di semarang masih sempet masak…sekarang jd anak kost jadi gak bisa masak2an lagi…hiks hiks
    ngeliat masakan kita laris dimakan itu rasanya seneng banget….
    huaaaaa……jd pengen masak2an lagi.

thank you for comment ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s