Potensi

Potensi, potensial, berpotensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan (kekuatan // daya //) untuk dikembangkan. Ya ada kata mungkin dalam arti kata itu. Bicara tentang mungkin, saya teringat kata pemateri dalam sebuah pengkaderan jurusan di kampus saya tentang potensi.

Pada saat tiba saya untuk mempresentasikan sebuah gagasan abal-abal tentang konsep bisnis dan turunannya, sang pemateri menghitung jumlah kata mungkin yang saya ucapkan. Ternyata saya dan kawan-kawan dalam materi pengkaderan lainnya, boros dengan kata mungkin. Hal itu menurut sang pemateri kurang baik diucapkan untuk menjelaskan sebuah produk atau rencana. Karena saat presentasi sebuah produk atau rencana, terlalu banyak kata mungkin, bisa jadi presentasi produk atau rencana tersebut masih mentah, kurang renyah.

Boleh saja presentasi yang diutarakan super dahsyat, namun saat sang presenter terlalu banyak mengucap kata “mungkin”, maka potensi (daya, kekuatan) materi presentasi menjadi berkurang. Pada awalnya saya sempat bingung dengan maksud pemateri pengkaderan ini. Selidik punya selidik, kata mungkin memiliki konotasi negatif. Pemateri itu menyarankan untuk mengganti kata mungkin menjadi “bisa jadi” atau “semoga”.

Semoga saja anak yang bermain sepatu roda pada gambar menjadi atlit dan bisa jadi berprestasi untuk kejayaan olahraga Indonesia.

Lebih nyaman didengar kan?

Hari Ini

Hari ini adalah 10 Nopember 2011, berdasarkan catatan sejarah Indonesia, hari ini di Surabaya ditahbiskan sebagai Hari Pahlawan. Padahal berdasar diorama di Museum Tugu Pahlawan, peperangan melawan Belanda dan peristiwa perobekan bendera di Surabaya itu terjadi pada 19 September 1945 BUKAN pada 10 Nopember 1945. Peperangan yang terjadi pada 10 Nopember 1945 adalah peperangan melawan pasukan Kimpet eh Kenpetai (Polisi Militer Jepang) Untuk lebih jelas tentang hari pahlawan dan selebihnya, sila klik East Java Traveler. [cmiiw – thx]

Hari ini beberapa tahun lalu, abad lampau, menurut Wikipedia Indonesia, terjadi beberapa peristiwa. Tercatat dalam wikipedia itu beberapa peristiwa sejak tahun 1293 hingga 2011 silih berganti hingga menjadi sejarah dan cerita di dunia dan Indonesia. Secara gamblang peristiwa yang tercatat di dunia dan Indonesia adalah peristiwa yang terjadi pada subyek dan obyek secara masif dan tersebar cepat. Yang saya maksud subyek adalah orang dan obyek adalah peristiwa. Untuk frekuensi berupa masif dan tersebat cepat merupakan citra dari dari subyek dan obyek yang dimaksud. Jika subyek adalah orang kondang baik dari kalangan seniman (baca : artis) atau orang pemerintahan, kegiatan (baik penting atau percuma) yang dilaksanakan pada tanggal berapapun akan ditulis oleh media. Untuk obyek atau peristiwa, dilaksanakan oleh komunal orang yang sepaham, sealiran, senasib sepenanggungan.

Hari ini merupakan tepat sembilan bulan saya bekerja di pabrik susu PT. Susu Sehat Alami sebagai humas. Ilmu yang saya dapat di kantor ini berbeda jauh dibandingkan waktu saya bekerja di pemkot Surabaya. Ilmu yang saya dapat di pabrik susu ini, bisa saya kembangkan untuk berwiraswasta makanan dan minuman. Ditambah tawaran menarik dari Eddy Fahmi untuk membangun resto mungil di Sidoarjo. Detail nanti dulu yes, pamali kata orang Sunda. Kemudian juga  terbesit untuk hengkang dari kantor ini dengan kurang dari sepuluh alasan yang jadi pertimbangan untuk keluar. Bukankah bayi yang lahir dari rahim seorang ibu adalah selama sembilan bulan?

Hari ini adalah hari Rabu hari lahir pak Kemis pedagang pasar Minggu yang menjadi satpam pada hari Selasa di stasiun Pasar Senen. Menjadi khotib pada hari Jumat di masjid dekat rumah tinggalnya yang bersebelahan dengan pasar Sabtu, untuk berakhir pekan bersama keluarga tercinta (teringat lagu gending Jawa, lupa judul).

Hari ini, setahun yang lalu saya masih menjadi pengangguran terselubung, bloger abal-abal, desainer grafis gagal, programer galat dan segala hal yang tabu dan kurang patut untuk diperbincangkan (bayangkan anda sedang nonton acara silet).

Hari ini saya harus memperpanjang KTP, SIM serta STNK motor sekaligus. Duit langsung hangus dengan masa berlaku hingga 20 hari lagi. Itu artinya, saya harus pandai mengelola gaji khusus bulan ini untuk keperluan korps Bhayangkari itu. Sekedar info saja, jika terlambat sehari akan memakan waktu berhari-hari dan berbelit jika berurusan dengan korps pimpinan Timur Pradopo itu.

Banyak peristiwa yang terjadi pada hari ini beberapa tahun, windu, dasawarsa hingga abad lampau yang tercatat dalam sejarah atau menjadi legenda yang tersiar turun temurun. Blog wordpress saya ini pertama terbit pada Januari 2008. Itu berarti sudah tiga tahun saya mengisi blog pencitraan ini. Atau lebih tepatnya dua tahun efektif terisi, karena sejak Juni 2009 hingga April 2010 saya vakum menulis dan itu setahun cyyyyn 😆

Suka atau tidak, sepulang acara Blogger Nusantara itu, aura menulis saya kembali menyala berpendar. Saya teringat ucapan Vicky Laurentina yang mengatakan bahwa menulis melatih otak kanan untuk terus aktif agar terus berpikir kreatif. Pantas saja setahun lalu saya serasa hidup di jaman batu walau sekitar penuh ilmu dan saya berulangtahun hari ini.

Evolusi Blog

Dua tahun terakhir terjadi evolusi blog yang luarbiasa cepat. Banyak hal yang saya lewatkan selama dua tahun evolusi blog itu. Saya yang dulu seorang bloger, sekarang ragu mengatakan sebagai bloger. Saya memperbaharui blog saja bisa sebulan sekali, dua bulan sekali atau setahun sekali 😆

Hingga pada hari bloger nasional (27/10)  yang masuk pada tahun keempat yaitu tahun ini 2011, blog telah berkembang (mungkin lebih tepat meningkat) menjadi tiga bagian. Yang saya maksud dari tiga bagian disini adalah:

  1. Komunitas Blog
    Saat ini, komunitas bloger bukan berdasarkan daerah seperti empat tahun lalu (haduuh angki, betapa jadul dirimu). Bahkan dalam satu kota atau daerah ada lebih dari satu komunitas. Komunitas bloger kini sudah berkembang meningkat ke tingkat sekolah/kampus/mesin blog (dijelaskan di nomor 2). Ada komunitas bloger dari Universitas A, komunitas bloger Sekolah B. Salah satu komunitas bloger yang berasal dari sekolah mengatakan bahwa komunitas itu terbentuk karena tugas dari guru atau pengembangan dari mata pelajaran TIK.
  2. Komunitas Blog: Mesin blog
    Saat ini mesin blog semakin bejibun, terutama mesin blog buatan Indonesia. Blogdetik, dagdigdug, kompasiana merupakan contoh mesin blog yang menyediakan sarana untuk interaksi antar penggunanya hingga memebentuk komunitas berdasarkan daerah. Misalkan komunitas pengguna blogdetik yg menamakan dengan d’blogger yang tersebar di beberapa kota Indonesia. Misal komunitas dblogger asal Jogja, komunitas dblogger asal Kalimantan dan lainnya.
  3. Media Sosial
    Facebook, Twitter, KasKus, mig33, BB-group  merupakan contoh media sosial yang membentuk komunitas berdasarkan daerah. Seringnya interaksi antar pengguna media sosial tersebut, hingga membentuk wilayah untuk mempermudah komunikasi yang berkaitan dengan daerah setempat. Agar mempermudah saling berinteraksi di tiap wilayah misal di Surabaya dinamakan Kopdar Surabaya. Di Semarang dinamakan RoTi Fresh (Return Of Tuker Ilmu Freedom of Sharing) [cmiiw]

Ada juga komunitas yang fokus pada bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, misalnya di Surabaya ada KLAS (Komunitas Linux Arek Suroboyo), lalu ada MUGI (Microsoft User Grup Indonesia), Firefox Indonesia dll. Mengelompokkan komunitas TIK ini ke dalam komunitas bloger juga rancu.

Ketiga (plus satu) hal itulah yang saya tangkap dari acara Blogger Nusantara 2011 yang dihelat di kota Sidoarjo mulai 28 – 30 Oktober 2011 kemarin. Sebagian komunitas kini saling melebur sehingga membentuk komunitas baru atau membentuk wadah diskusi online atau offline antar komunitas tersebut. Nilai postitif bentukan dari beberapa komunitas itu adalah BERBAGI.

Ya, sifat berbagi antar komunitas tersebut justru saling menguatkan keberadaan komunitas masing-masing. Daripada menjadi komunitas eksklusif yang hanya dikenal orang itu-itu saja, alangkah elok jika saling berbagi antar komunitas tersebut. Dengan demikian bukankah juga akan tercipta peluang bisnis yang lebih besar (baca: relasi bisnis baru)?

Dalam acara Blogger Nusantara tersebut, materi yang benar-benar saya ikuti hanyalah pembagian konsumsi sama goodybag  dan acara penutupan oleh pak Gempur. Materi tuan Takur dari Google (maaf lupa nama) pada hari kedua saya ikuti hanya pembukaan saja (walau ada pemateri kondang Rara79 dan JustSilly). Selebihnya saya hanya bersendagurau, bersilaturahmi, gojek kere jancukan dengan bloger lainnya sambil foto bareng.

Nawaitu saya memang satu: KOPDAR