Jakarta Bersahabat

[hari ke-2]

di Trans-Jakarta jurusan HarmoniWalau Jakarta itu laknat, tapi cukup bersahabat dengan kehadiran TransJakarta yang lebih familiar dikatakan busway. Dengan hanya 3500 IDR, semua orang bisa berkeliling Jakarta dari Ancol hingga Ragunan dengan syarat tidak keluar dari shelter.
Hari kedua di Jakarta, kami cukup gembira ditemani Stefi sebagai tour guide. Paling tidak, peluang kami tersesat jadi kecil lah.

Di hari kedua ini kami menuju Pasar Baru untuk membeli perlengkapan 450D di Aneka Jaya Foto. Tersebutlah nominal 3 jutaan yang keluar. Hemat satu jutaan bila kami membeli barang yang sama di Surabaya. Dan kami mengurungkan niat untuk membeli 50-D. Karena menurut kami 50 D g’ enak. G’ enak di duit maksudnya:mrgreen:

Maksud hati hunting foto di Kota Lama Jakarta, apa daya hujan melanda. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang guna mempersiapkan keperluan untuk pemotretan esok hari di Ancol. Untung kami pulang jam 3 sore, jika sore itu tidak hujan dan kami hunting foto di Kota Lama Jakarta, bisa dipastikan, kami tua di jalan (baca: MACET).

Bicara soal Jakarta, Angki cuman inget Tjahaju, Mas Iman, Mbak Angky dan Zam. Ngobrol via telepon dengan Zam soal Angki yang ditipu “orang yang berwajah kenal Jakarta sangat” si Zam ketawa-ketiwi. Sambil ngomong, “Itulah Jakarta Ki, mending kamu tanya ke Polisi atawa Security  yang ada gedung-gedung di Jakarta”.

Ketika Angki bertanya alamat Dag Dig Dug dan Wetiga ke Zam, Angki makin ndak karuan mendengar rute yang diucap saudara Budi Anduk eh Zamroni untuk sampai di Kebayoran Baru. Walau Ciganjur dan Kebayoran Baru sama-sama daerah Jakarta Selatan, jangan pikir seperti Tanjung Perak ke Wonokromo yang tiggal lep. Inget, INI JAKARTA COY…!!!!

 

[hari ke-3]

Kami berencana membeli baju karena kami telah kehabisan baju untuk pulang.  Tempat yang disarakan Stefi adalah Blok-M, berhubung lokasi pemotretan Stefi di Ancol, kami memindah lokasi pembelian baju di ITC Mangga Dua yang notabene dekat dengan Ancol.

ITC Mangga Dua sendiri g’ kalah membingungkan di atas tanah Jakarta. Penjual sandang disana serasa saling terkam satu sama lain. Kata-kata khas yang seakan menjadi “Lagu Kebangsaan” yaitu:
“BOLEH YA CELANANYA, BAJUNYA, KAOSNYA” atau kayak ginian
“SILAHKAN KAK BISA DITAWAR BAJUNYA, CELANANYA”
Ketika kaki mulai beranjak senja (baca:LELAH) didapatlah baju untuk bekal perjalanan kami pulang ke Surabaya.

Perjalanan kami lanjutkan ke Ancol untuk sesi pemotretan Stefi.

Tepat jam 16:55 WIB kami sampai di Dermaga Ancol yang rusak berat begitupun tanggul penahan ombak sekaligus tempat berdirinya lampu penerangan malam.

Gerimis mengundang sempat menghilangkan mood untuk memotret. Cahaya jingga sore hari tertutup awan tebal nan gelap.

Stefi in Action

Stefi again

Sekitar jam 20:00 WIB kami pulang menuju rumah Stefi di Ciganjur tercinta dari selter TransJakarta di Ancol. Ngantuk, lelah, lapar menjadi satu selama perjalanan pulang. Hal yang membuat Angki lega bukan kepalang ketika Stefi mengatakan :
“Hasilnya bagus Ki, aku suka.”
Kepuasan pelanggan harus diutamakan untuk pekerjaan di bidang jasa.

Angki ucapkan selaksa terima kasih kepada:
1. Stefi dan Mey atas pengiapan dan konsumsi lambung selama di Jakarta.
2. Zamroni yang telah memberikan tips dan trik menyusuri Jakarta.
3. Tjahaju sebagai kurator kota lama Jakarta.
4. Mbak Angky Hidayati atas hadiah kaos kerennya.
5. Angkot gokil di Jakarta
6. Kopaja dan Metro Mini edun

Tunggu aku bulan depan Jakarta, aku sudah tak jiper lagi menghadapimu.

foto-foto perjalanan ke Jakarta: http://www.facebook.com/album.php?aid=61476&id=538332709&l=158db

5 thoughts on “Jakarta Bersahabat

  1. Pingback: Genta Jogjakarta « Raden Mas Angki Bukaningrat ™

  2. lain kali kalo ke jakarta panggil kawan-kawan dan bala bantuan supaya tak tertipu ama orang yang sok banget kenal jakarta mas.

    jakarta…. no way….
    *untung istriku yang menasehati untuk anti-jakarta.. hahahaha..*

    Kalo saya panggil bala bantuan, ndak akan ada cerita kek gini pak:mrgreen:

  3. mampir ah..
    hahaha..
    Jakarta itu sangat menyenangkan dan lengkap!! Tergantung dari sisi mana kau melihatnya. Ia kota yg lengkap dengan beragam pilihan dan beragam bentuk karakter manusia.
    Mangga Dua pun begitu. Aku menyukai tempat itu kerena memberikan tantangan tersendiri ketika memburu sebuah barang. Dan aku belum menemukan tempat seperti ITC MangDu itu di Surabaya.
    Agak related juga ama postku =P
    fotografer jg toh? ealah..
    ada byk kok spot oke buat motret di Jkt.. =)
    Keep writing..Btw, seminarnya gimana kmrn?

    Eh apakah engkau juga fotografer??? Hunting poto nyok?? Seminar cukup sukses dengan antusiasme peserta seminar

thank you for comment ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s