Jakarta Biadab

Ibukota lebih kejam daripada ibu tiri.

Itulah pameo tentang Jakarta, Ibukota daripada Indonesia. Angki berangkat ke Jakarta bukan untuk berlibur, tapi untuk hal pekerjaan.

Berangkat hari Senin siang naik kereta ekonomi Gaya Baru Malam Selatan dari stasiun Gubeng Surabaya tepat pukul 14:10 WIB, terlambat 10 menit dari jadwal sebenarnya itu biasa.

Sampai di Stasiun Jatinegara17 jam perjalananan dari stasiun Gubeng hingga stasiun Jatinegara Jakarta cukup melelahkan.

Sesampai di Jakarta beruntung rekan Albert mengetahui rute angkutan kota untuk menuju kediaman Stefi di Ciganjur. Kami naik angkot 06-A untuk menuju Departemen Pertanian di Ragunan. Sepanjang perjalanan, hati DagDigDug merasakan gaya mengendara sopir 06-A. Serobot sana, sikat sini, hajar situ, terobos lampu merah. Sesampainya di Deptan, kami dianjurkan naik angkot M-20 untuk menuju kediaman Stefi.

Berhubung Stefi sedang ke Rumah Sakit untuk cek kesehatan lambungnya yang bermasalah, maka Angki dan Albert memutuskan menuju ke ITC Fatmawati untuk membeli perlengkapan 450-D di Camzone.

Disinilah petualangan Biadab dimulai.

road-to-jkt-jogja-31Selesai kami sarapan Soto Mie, kami bertanya kepada penjual buah-buahan rute menuju ITC Fatmawati. Kami diarahkan naik Kopaja 650. Kopaja ini melewati jalan tol Simatupang [CMIIW]. Di perjalanan ini, Albert bertanya kepada tukang ngamen yang berwajah ngantuk dan bersuara semi bindeng tentang angkot selanjutnya. Dia bilang “Lu salah naek bang”

WHAT????? J******

Akhirnya kami turun di bilangan Lebak Bulus. Kami bertanya kepada orang yang “berwajah kenal Jakarta sekali”. Dia mengatakan untuk naik bis trayek P-18. Rasa tidak percaya masih terngiang di kepala kami. Kami bertanya kembali kepada orang lain yang “berwajah khatam Jakarta sangat”. Dia menyarankan naik Kopaja 70.

WHAT???? A*******

Untuk menghindari kesan belagu, kami berjalan hingga Kapolres Jaktim yang memiliki halte untuk bertanya-tanya disana. Didapatlah saran Metro Mini 79.

METRO MINI????

Iyah, Metro Mini. Kendaraan umum yang dibenci tapi dicari. Dan di dalam komik Beni dan Mice di episode Transportasi, Metro Mini dan Kopaja adalah barang yang disebut: “Benci tapi Rindu”. Brrrrrrrangkat Laee..!!!

Alhamdulillah, kecepatan Metro Mini 79 yang kami tumpangi tidak sebrutal angkot 06-A dari Jatinegara yang kami tumpangi sebelumnya. Walau sebetulnya Angki menyukai kebrutalan a la Metro Mini daripada angkot. Kenapa eh Kenapa, karena eh karena rasa kantuk mulai menyerang walau Angki duduk di kursi belakang Metro Mini yang terbuat dari kayu nan keras.

Sesampainya di ITC Fatmawati, kami menuju toilet untuk mandi bebek a.k.a cuci muka dan menyemprot wewangian guna mengeyahkan aroma busuk ketiak dari pemberangkatan Surabaya.

Selesai berdandan a la Budi Anduk, kami menuju Camzone di lantai 2 ITC Fatmawati. Cukup kaget ketika harga 50 D sudah di kisaran 15 jutaan. Padahal sebelum berangkat ke Jakarta, Angki telah survey ke Sentra Digital di Plaza Marina, harga SLR 50D masih 14 jutaan. Ow My DOG ™ Dolar ancen asu.

Kami memutuskan pulang di kediaman Stefi di Ciganjur untuk berunding banyak hal tentang perlengkapan fotografi.

[bersambung..!!!]

13 thoughts on “Jakarta Biadab

  1. wah enak nya ke jakrta..jd inget ke jakarta dulu.cewe2nya gak peduli di angkjot ga mbetahi hahaha putih2 bening kabeh :p

    Iya kamu betul sekali…!!! Cewek keren banyak yang naek angkot nan aduhai…!!!

  2. Pingback: Jakarta Bersahabat « Raden Mas Angki Bukaningrat ™

  3. beli kamera enaknya di singapore ky…
    mungkin kalo kamu pny temen disana..bisa titip minta beliin disana.

    jakarta kendaraan umum emang ruwet … aku sendiri yg lahir dan gede dijakarta…kalo kamu tanya ttg nomor kendaraan dan jurusan gak akan tau..hehehe

    Emang lebih murah?? Aku ndak ada kawan yang ada di Singapore ik😦

  4. hem, ga tau nag jakarta aku. jadi ga iso mastiin jakarta BIADAB apa ga! heheh…

    *tanya teman yang dijakarta dulu ah….*

    terus ksana ngapain mas?? Tuku kamera?? nginep?? kerjo?? GJ…. ckakaka….

    [IMHO] Untuk mencari pengalaman dan peluang, Jakartalah tepatnya. Gitooo

  5. beuuuhhhh ndak pernah apdet, baru posting kok marah2
    kirain marah kenapa mas.. ternyata masalah kamera ta.. fiuh

    Hehehehehe kelihatan ndak baca ampe selesai yaaahh 😛

thank you for comment ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s