Tantangan Fotografi

No Potrait Ada tiga tantangan yang disodorkan Eddy soal fotografi kali ini yaitu, foto kegiatan pasar, foto hitam putih dan foto full landscape (no potrait). Dari ketiga tantangan itu, hanya foto hitam-putih dan full landscape yang terlaksana. Soale udah kesiangan mo ke pasar keputran atau pasar jagir :mrgreen: .

  • Foto Kegiatan Pasar Memfoto transaksi antara penjual dan pembeli menurut Angki cukup riskan. Kenapa eh Kenapa? Karena eh karena [IMHO] transaksi antara penjual dan pembeli merupakan ritual yang hanya dan hanya jika terjadi tanpa campur tangan pihak ketiga. Nah alasan lainnya, preman pasar.
    Masih membekas di ingatan kejadian “kepala lepas” di pasar keputran yang terjadi dini hari oleh preman beberapa bulan lalu. Apalagi Angki dan Eddy bukanlah pasangan yang simbiosis mutualisme. Yang satu lincah berlari tanpa bayangan, yang satu pasrah berjalan dengan bayang semu. Padahal, kalo dikejar preman, harus pake ilmu kudu. Kudu lari, kudu menghindar ( Iman Brotoseno said)
  • Foto Hitam Putih
    Foto dengan mode ini, lebih eksotik daripada foto berwarna. Unsur “sejarah” lebih mengena disini dari pada mode berwarna. Tantangannya yaitu, ada kalanya sebuah obyek dalam pemotretan adalah “pelangi”. Usia bangunan (baca: sejarah) yang jadi background atau foreground juga menentukan. Mestine waktu Angki jalan-jalan ke masa lampau, pake mode ini lebih sip yak. Tapi, karena Angki kurang pede, hanya beberapa foto waktu jalan-jalan itu yang pake mode ini. Bisa diakali sih di Photoshop untuk menjadikan foto berwarna jadi hitam putih. Tapi itu kan bukan tantangan foto hitam putih. Tak iyeh??
  • Foto Panorama Penuh (Full Landscape)
    Naaah tantangan yang ini neeh yang paling menyesakkan. Soale, ada posisi obyek yang potrait misale patung, tugu, menara dan obyek vertikal lainnya dipaksa jadi panorama. Disini, unsur jarak dan sudut menentukan segalanya. Bahkan Fahmi kasih aturan, kalau sudut maksimal pengambilan gambar adalah 45 derajat, lebih dari itu dianggap potrait. Memotret monumen Sura ing Baya di Bonbin, foto patung AL-RI, foto patung Pangeran Diponegoro dan menara Masjid Al-Falah adalah beberapa contoh. Coba misale Canon IXUS punya Gita dan Fahmi ini ada lensa mata ikannya, pasti g’ masalah soal foto full landscape.

Foto-Foto Hasil hunting kemarin bisa di lihat disini dan disana.

tntnganfoto-18

tntnganfoto-6

Punya tantangan fotogafi lainnya? Ketik REG<spasi>FOTO<spasi> TANTANGAN FOTOGRAFI KAMU. Kemudian kirim ke 08155RAIMU. SMS yang kamu terima,langsung dari hapeku lo. :mrgreen:

25 thoughts on “Tantangan Fotografi

  1. humm… kasih koment yg hitam putih (patung).. kalu nurut aku yo mas.. posisi patung udha bener seh di pinggir,, terus kan patung e nutupin cahaya kan mas?? lha kayaknya lebih bagus dah mas kalu patung nya ada di deket e sumber cahaya.. yo opo yo ngejelas no ne.. intinya seh.. biar dapet gradasi nya…

    kayanya feelnya lebih dapet yg ini dah mas..

    lebih keliatan gradasinya..

    tapi aku yoo gak terlalu mahir seh mas motret e.. hehehehe

    ntr dah kalu udah beli SLR pisan.. mari kita hunting bareng.. hehehehe

    Kalo foto yang nutupin cahaya itu, emang aku niat bikin foto siluet. Btw soal foto yang kamu maksud, aku ndak ngerti maksudmu gradasi-gradasi.🙄
    Tapi Thx komennya

  2. dulu seh aku senang foto juga, ya seneng njepret aja en belum sampe ke unsur art.
    tapi sampe sekarang rasanya ya masih suka ngelihatin foto yg bagus baik tata warna(bermain dgn filter), obyek, cara memotret maupun anglenya.
    Eh, komen ini ga nyambung ya ?

    Nyambung kok

  3. @kaudanaku: berhubung situ pertamaxxx, hadiahnya tak potoin wae piye??

    @nico: tanyakan mas Galih Satria, Hilman, Anton, ama Fahmi aja yaahh.

    @arul : itu difoto dari jembatan penyeberangan seberang depan BonBib dan masjid Al-Falah

    @fenty : aku pake photoshop tuh 😛

    @frenavit: Terima Kasih Bodrex..!!

    @det: SOK TAU…!!!!!!

  4. @fahmi: oo… itu ixus ya mie. trus apa kalo ixus pasti lebih bagus dari henpon? apa dslr pasti lebih bagus dari poket?

    we talk about man behind the gun

  5. @aRuL: dari hasil praktikum foto hitam putih kemaren, yg aku rasakan adalah susah menonjolkan point of interest dari background karena nggak ada warna, cuman beda gelap terang aja. apalagi cuman bermodal kamera poket gitu efek bokeh kurang bisa digenjot. jadi yg kemudian aku perhatikan adalah “angle”. cari angle yg memungkinkan dapet background polos, seperti langit ato aspal. moto obyek di kerumunan orang = nggak asik😛

thank you for comment ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s