Penantian Yang Tertunda (Kangen Band-2007)

Dari ratusan puluhan buku yang Angki koleksi, ternyata ada dua buku yang belum Angki selesaikan membacanya. Yaitu

Aku, Buku dan Sepotong Sajak Cinta by Muhidin M. Dahlan dan Measuring The World by Daniel Kehlmann.

Aku, Buku dan Sepotong Sajak Cinta by Muhidin M. Dahlan (Gus Muh): Buku ini lebih tepat jika dikatakan sebuah biografi dari Muhidin M. Dahlan. Karena buku ini merupakan transkip wawancara yang direkam ditulis ulang oleh Sekarwangi . Ironisnya, tujuh hari setelah percakapan wawancara itu, Muhidin M. Dahlan meninggal karena ditabrak becak bus yang melintas di depan gang rumahnya di Utara Yogyakarta ( Mav tidak disebutkan nama daerah tempat Gus Muh tinggal.).

Percakapan Wawancara Sekarwangi dengan Gus Muh ini sangat unik. Prolog dari Sekarwangi di buku ini menyebutkan bahwa dia tidak merekam pembicaraan wawancara dan juga tidak mencatat wawancara itu. Sekarwangi hanya diperbolehkan mendengarkan.

Sekarwangi (S) : “Boleh kita mulai?”
Gus Muh (M) : “Silahkan”
Ketika sekarwangi mengeluarkan tape recorder dan hendak memencet tombol merah *untuk record*, Gus Muh langsung mencegahnya.
M: “Jangan”
S: “Kenapa??”
M: “Jangan rekam suaraku. Aku tidak mau ada yang merekam suaraku.
S: “Tapi dicatat boleh kan??”
M: “Juga jangan!!”
S: “……………..”
M:”Jangan bingung. Saya tidak biasa ditulis atau menulis ketika ketika berbicara secara langsung begini. Harap kamu mengerti yang satu itu.”
S:”Lalu gimana donk???”
M: “Dengarkan saja. Kalo kamu tidak sepakat atau marah ya sudah. Silahkan pulang dari rumahku

Akhirnya daripada gatot (gagal total),Sekarwangi menurut atas segala permintaan Gus Muh tersebut.

Buku ini memiliki tiga bagian, anggaplah bagian itu adalah bab. Dalam penulisan tiap bagian terusun pengakuan-pengakuan (*bisa dibilang sub bab gitu deh*) hingga tersusun sampai pengakuan keduabelas. Buku yang Angki baca ini merupakan cetakan kedua dari penerbit Media Abadi, Yogyakarta. Buku ini adalah pemberian dari temen si Gadis. Setelah tidak bersama si Gadis lagi, Angki berkenalan dengan temen si Gadis ini. Buku ini diberikan sebagai tanda perpisahan temen si Gadis dengan Angki. Karena dia akan merantau ke Jakarta dan Angki masih berusaha menyelesaikan TAmenetap di SBY. Sebetulnya dia cukup baik, tapi saudara-saudaranya itu loooh yang sinis berat ama Angki. DUuuuuuhhh kok jadi curhat seehhhh.



Buku yang kedua “Measuring The World”by Daniel Kehlmann . Buku ini, Angki tau dari bookclub Jawa Pos. Udah lama sih direview di Bookclub Jawa Pos dan g’ sengaja Angki lihat buku itu di Uranus dan tergoda untuk membacanya. Baca kopelnya, ada sesuatu yang “aneh” ketika sampai membaca halaman per halaman buku ini. Gurauan yang ada di sampul terasa hiperbolis. Dalam quotes di sampul buku itu tertulis

Roman terlucu tahun ini, luar biasa. Brilian –Suddeutsche Zeitung

Menghibur penuh humor, dengan cara yang ringan mendalam dan cerdas.–Frankfurter Allgeimeine Zeitung

Saya sangat merekomendasikan Daniel Kehlmann. Integelensi, bakat pengamatan dan dialog-dialognya begitu menakjubkan.–Marcell Reich-Ranicki

Kenapa kok g’ tertulis

Hebat ™

Selamat ™

Makan-Makan ™

Wah panjang juga ya? ™

Angki yakin kalo yang kasih komen kayak gitu, pasti reviewer-nya PEKOK:mrgreen:

Jadi (IMHO) novel “Measuring The World” ini merupakan novel terjemahan yang kesulitan melucu dalam menterjemahkan kelucuan yang ada dalam novel lucu ini. Nah Lo. Emang bener Kok, rasanya baca ampe selesai satu bab, gurauan yang ada jayus bin maksa. Atau emang Angki yang PEKOK kali ya, g’ bisa membaca kelucuan yang kurang lucu dalam novel terlucu ini:mrgreen:

GAMBAR: http://books.google.com/

10 thoughts on “Penantian Yang Tertunda (Kangen Band-2007)

  1. Ironisnya, tujuh hari setelah percakapan wawancara itu, Muhidin M. Dahlan meninggal karena ditabrak becak bus yang melintas di depan gang rumahnya di Utara Yogyakarta ( Mav tidak disebutkan nama daerah tempat Gus Muh tinggal.).

    Tapi kok masih ada blognya ya http://akubuku.blogspot.com/ dan masih aktif lagi?

    Andai kutahu?? Kalo lihat blog itu, kayaknya itu adalah gabungan para penggemar Gus Muh yang menuliskan “sisa” perjuangan dari Gus Muh. IMHO

  2. buku bagus dan belum kamu baca ? *geleng-geleng*. Makane toh Le, ojok chating aeee…sini aku mau pinjam bukunya.

    Lagi males moco mbak. Sing chating lo sopo??😛 cumak OL kok:mrgreen: Wegah nyelangno nang sampeyan, engko diemplok 😀

  3. gak jauh-jauh dari sigadis ya buktinya begitu sigadis pergi, temannya yg gantiin???? halah nyambung gak sih ni …. btw salam kenal ya…

    Iya, saya sendiri juga g’tahu kenapa. Thx for de visited

  4. ‘rasa’ suatu bahasa itu tidak bisa diterjemahkan…. makanya kelucuan dalam suatau bahasa, ketika diterjemahkan ke bahasa lain belum tentu lucu.
    dan coba terjemahkan dalam bahasa apa aja, yang rasanya bisa menyamai ketika kita ucapkan RAIMU

    bisa?🙂

    MMmmmm iya kali yah, Wong itu dari Jerman punya asal bukunya. Andai saya bisa bahasa Jerman, mungkin beda hasilnya

  5. ah sy blum selesai2 juga membaca Laskar Cinta Pelangi itu…

    Udah lah Daeng, penting mana antara baca Laskar Pelangi ama Tugas Akhir?? hayoooo..!!! 😆

  6. Innalillahi, turut berduka atas kepergian Gus Muh..Beuh..ternyata awakmu suka moco toh…ow..salut deh…

    Karena ini suaraku bukan suaramu atau suaranya mereka apalagi RAIMU > ckckckckc…

    Membaca kita mengenal dunia, menulis kita dikenal dunia.

    Ngomen g’ penting yo RAIMU:mrgreen:

thank you for comment ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s