Menikahi Wanita Lebih Tua

Beberapa minggu lalu ketika saya mudik, saya duduk berhadapan bersama sebuah keluarga muda dengan satu putri. Percakapan demi percakapan terlewati hingga percakapan bertemu pada pernikahan mereka berdua. Sang istri rupanya kakak kelas sang suami, mereka beda sekolah di kota Surabaya dan bertemu di tempat les. Tujuan mereka ke Jember untuk menghadiri kelahiran sepupu sang istri. Percakapan menarik mengenai alasan sang suami meminang sang istri yang beda usia 3 tahun lebih tua.

Suami (S) : Istri saya itu lebih tua dari saya mas.
Angki (A) : Oww, kakak kelas atau senior kuliah mas?
S : Dia kakak kelas saya di tempat les. Heran ya mas?
A : Oh enggak juga, mama saya lebih tua dari bapak saya juga kok, cuman beda beberapa bulan sih.
S : Soalnya banyak yang heran dengan pernikahan saya dan istri.
A : Herannya kenapa mas? Saya biasa aja tuh, bukankah Rasul demikian?
S : Nah itu yang jadi masalah mas, orang beranggapan pernikahan a la Rasul adalah kuno. Saya punya alasan pribadi memilih istri yang lebih tua.
A : Alasan apakah itu?
S : Tentang harapan hidup mas
A : Harapan hidup bagaimana mas?
S : Pria itu memiliki harapan hidup lebih pendek daripada wanita mas.
A : Hmmmm *garuk-garuk biji*
S : Maksud saya dari harapan hidup itu ialah usia pria lebih pendek daripada wanita. Misalnya saya oleh Tuhan diberi usia kurang lebih hingga 60 tahun, maka wanita yaitu istri saya bisa hingga 63 tahun
A : Terus  mas?
S : Terus terus, nabrak mas. Maksudnya jika saya kelak tutup usia lebih dulu dari istri saya maka sepeninggalan saya, istri saya tidak akan menarik lagi. Dan jika harapan hidup itu benar, maka tiga tahun kemudian, istri saya juga akan tutup usia menyusul saya. Lalu saya perokok mas. Anda juga perokok?
A : Ho oh, Lhaa terus hubungan merokok dengan tidak merokok apa mas?
S : Bukankah rokok dapat mengurangi usia seseorang? Mangkanya harapan hidup pria semakin pendek jika ditambah merokok.
A : Hmm iya ya, terus bagaimana dengan perihal menopause?
S : Itu bisa diakali mas, pake pelumas dan sebagainya.
A : Hahahahaha.
S : Memang jika berdasarkan ilmu kesehatan, menopause pada wanita kisaran usia 45 – 55 tahun, Dan itulah kenapa banyak pria yang menikahi wanita lebih muda biar bisa uik uik aaah uik uik aaahh lebih lama walau sang pria sudah tuwir.
A : Nah betul itu mas.
S : Cuman masalahnya, ketika saya sudah tua dan keriput, kelak istri saya bisa-bisa melirik lelaki yang lebih muda dari saya atau seusia dengan istri saya itu.  Dan jika saya tutup usia, maka dia bisa menikah lagi kan?
A : Iya juga sih ya.
S : Ya ini juga tergantung selera juga sih mas. Cuman saya sudah nawaitu meminang istri saya dengan alasan itu. Dan dia setuju.

_____
Percakapan terhenti ketika sang anak ingin digendong sang ayah.
Selang beberapa menit kemudian, percakapan berlanjut. Ketika sang anak ingin jalan-jalan bersama sang bunda di selasar kereta.
_____

S : Lihat saja Donna Agnesia dan Darius Sinathrya, bahkan mereka kini dikaruniai tiga anak. Jadi mumpung belum menopause, bikinlah anak semampunya mas. Ini saya mau nambah lagi rencannya. hahahaha
A : Hasyeeekk. Etapi mas, saya tidak melihat ada beda usia mas dengan istri mas yang lebih tua.
S : Kalau menurut saya sih, orang baru terlihat lebih tua atau lebih muda ketika berbeda lebih dari 10 tahun. Malah kadang geli juga melihat pria yang jauh lebih tua dari sang istri malah seperti ayah-anak. Cuman jika saya perhatikan pasangan yang wanitanya lebih tua, malah terlihat seusia sih. Kecuali Demi Moore dan Ashton Kutcher ama Tamara Bleszynski dan Mike Lewis.
A : Iya ya, etapi saya mau kok ama Monica Bellucci mas.
S : Toss mas.

Seketika teringat mendiang bapak dan mama (dan ………)

– schedule post–