Weekly Photo Challenge : Paduan Memotret dan Menulis

Weekly Photo Challenge (WPC) adalah kegiatan memotret dan menulis di blog dengan  tema yang berbeda-beda tiap minggunya. Ternyata jumlah WPC di belahan bumi ini banyak, salah satu WPC yang saya ikuti adalah dari Dailypost. Yang saya suka dari kegiatan ini, yaitu kejelian memahami tema yang dilontarkan tiap minggunya. Kejelian disini yang saya maksud adalah kreatifitas membaca tema menjadi foto. Karena foto (katanya) mengandung seribu kata, maka disinilah kreatifitas tukang foto diuji. Misal motret daun jatuh, bisa saja berarti sendiri, jatuh, musim gugur atau flora. Dan ternyata tema foto daun jatuh itu adalah pandangan burung (eye bird view).

Dari sinilah ilmu jurnalistik saya terapkan yang didapat dari mas Mamuk Ismuntoro, mas Eric Ireng dan rekan Matanesia lainnya. Fotografi jurnalistik membutuhkan sebuah keterangan foto (caption) untuk memperjelas foto yang dimaksud kepada pembaca dengan lengkap. Karena tanpa caption tersebut foto bisa bermakna majemuk binti bias di mata pembaca.

Saya kurang tahu mulai kapan WPC di Dailypost dimulai, saya tahu WPC ini mulai 2011 dari Fahmi. Dan saya mulai WPC di blog saya di sebelah mulai Januari 2012 ini. Total sudah ada 10 (sepuluh) tema yang dilontarkan Dailypost. Saya sudah memotret dan menulis sebanyak 9 kali, yang satu ndak jadi posting, padahal temanya “Simple” :cry:

Resolusi Pertama 2012 : Mengundurkan Diri

Resolusi apa yang sudah Anda capai di tahun 2012? Saya baru satu, yaitu mengundurkan diri dari perusahaan susu & yoghurt yang sukses menambah berat badan saya secara signifikan :lol:

Surat pengunduran diri tersebut saya buat pada tanggal 6 Februari 2012. Surat pengunduran diri tersebut rencananya saya serahkan seusai memandu kunjungan peternakan anak-anak TK Kartini. Begitu acara kunjungan peternakan selesai, saya mendapat konfirmasi dari sekolah TK di Bondowoso bahwa kunjungan dari TK di Bondowoso akan dilaksanakan pada hari Sabtu 11 Feb 2012. Akhirnya surat pengunduran diri tersebut saya batalkan penyerahannya.

Saya gagal paham soal teknis penyerahan surat pengunduran diri. Apakah menunggu pengesahan (asese) dari pimpinan atau gimana? Lah kalo tidak disahkan, berarti masih terdaftar sebagai karyawan sana dong? Daripada banyak pertanyaan yang tidak berjawab, maka saya serahkan saja tepat saat hari terakhir saya masuk kantor yaitu hari Selasa 13 Feb 2012. Dan ternyata benar, seminggu kemudian (20 Feb 2012), surat pengunduran diri saya disahkan.

Seharusnya surat itu saya serahkan pada bulan Januari di tanggal yang sama. Karena jadwal kunjungan sekolah (TK & SD) ke peternakan yang penuh pada bulan Januari, maka saya urungkan niat untuk menyerahkan surat pengunduran diri tersebut.

Alasan utama saya untuk keluar dari perusahaan susu & yoghurt itu adalah tugas yang tumpang tindih antar karyawan. Saya masuk kerja disana mendapat tugas sebagai hubungan kemasyarakatan dan event manajemen. Tugas pokok dan fungsi saya disana adalah sebagai pusat informasi perusahaan dan konseptor acara. Kenyataannya, saya pernah diminta menggantikan posisi  mbak Trie & pak Eko (alm) untuk menjadi bagian marketing serta jadi koordinator loper susu dan pengantar agen konsinyasi, sudah jelas itu bukan keahlian saya.

Sudah sepuluh orang yang keluar dari perusahaan itu mulai September 2011 hingga Februari 2012 termasuk saya. Satu dari sepuluh orang itu keluar karena tutup usia, yaitu pak Eko. Jika saya katakan, pak Eko merupakan tumbal dari acara lomba mewarna. Untuk cerita tentang pak Eko ini, akan saya jelaskan di tulisan berikutnya.