Silsilah Keluarga

 Dokumen itu adalah sebuah susunan silsilah keluarga Mama. Dibuat pada tahun 1972 oleh R. Abd. Latif Azis – Tjakradirana a.k.a Papi, ayahanda om Erlan Dewani Azis dkk, kakek dari Nisa dan Mutia dkk. Saya sangat takjub ketika menemukan sebuah dokumen usang itu yang saya temukan di map kuno milik mama saya yang berisi tentang silsilah keluarga.

Terlintas di benak saya untuk menggambar ulang silsilah tersebut. Sembari menggambar, saya memberitahukan kepada Om Erlan tentang gambar awal saya ini. Gambar awal yang saya buat, hanyalah keluarga dari mama bersaudara dan keluarga dari mbah Sjam plus keluarga mbah Amir. Untuk kakek om dan mbah tante lainnya, saya angkat kaki.

Syukurlah om Erlan memberitahukan saya tentang Tjakradirana bersaudara. Dari keluarga R. Abdul Latief Azis (Papi), saya hanya mengenal R. Abdul Latief Hidayat Azis alias om Dudun sekeluarga bersama tante Meri, Aldi, Lala (Alda masih belum lahir) dan Bude Tatik bersama Pakde Siswanto beserta mas Anky, Mas Fiki dan mbak Poppy. Bahkan dengan om Erlan pun saya malah ndak tahu, padahal namanya Erlan yang artinya Weruh Dalan :wink:, apalagi dengan Khairunnisa :P

Selesai mendata keluarga Papi, data selanjutnya yang saya terima ialah keluarga dari R. Imran Tjakra. Keluarga ini memiliki 4 (empat) bersaudara dan satu-satunya perempuan di keluarga ini yaitu Rrr. Sitti Muslimatul Fadillah adalah ibunda dari Andra Junaidi Ramadhan yang memiliki band kondang gulindang Andra & The Backbone. Hal ini terjadi karena bantuan Mbak Andam Dewi Pratiwi dan saya udah ketemu serta makan bareng dia loohhh (pamer).

Berlanjut ke keluarga R. Abdurrazak alias Ma Razak yang memiliki 10 (sepuluh) putra-puti. Data keluarga ini disetor oleh Tante Ummi. Dari sepuluh basodara ini, saya hanya mengenal te Ummi dan om Lukman (R. Ghazali Lukman). Kenal Te Ummi sewaktu saya Kerja Praktik (KP) di PLN tahun 2006. Untuk om Lukman, saya tahu beliau karena sering berkunjung ke rumah mama saya di Jember. Om Lukman ini mengingatkan saya mendiang mbah Amir. Delapan basodara yang lain, kembali lagi saya angkat kaki.

Data yang paling lengkap pertama tentu saja bin jelas dari keluarga dari nenek saya a.k.a Rrr. Sitti Kastoeri. Kalo sampe tanya dan ndak ngerti apa kata dunia :D

Data berikutnya menuju keluarga mbah Amir (R. Amirudin) dan mbah Nyanyah (Saliyah). Data keluarga ini disetor oleh Rrr. Siti Wasiatul Hakimah yang lebih familiar dipanggil dengan Iin Amir. Untuk keluarga mbah Amir ini, saya hampir 90% tahu semua kecuali Om Irwan. Karena semenjak lahir hingga masa nik kinnik (3-4 tahun) saya ada di Pamekasan dan tinggal dekat rumah mbah Amir ini :D. Selain ingatan masa kecil itu, semasa hidup mbah Amir memiliki hobi beranjang sana ke saudara di seluruh Indonesia. Seingat saya beliau selalu sehat dan terbebas dari sakit jantung, diabetes, hipertensi dan “penyakit orang tua” lainnya. Mbah Amir sepanjang ingatan pendek saya, memiliki fisik luar biasa. Dan dari mbah Amir ini, bakat seni fotografi menular pada saya dan om Iskandar.

Beranjak ke keluarga bungsu dari R. Hasan Djajingpatra, yaitu Rrr. Sitti Sjamsijah. Data keluarga ini di dapat dari Imron Djajadi Karim yang akrab disapa om Dhadik. Untuk keluarga mbah Sjam ini, saya 100% kenal semua. Yang saya tidak tahu itu, urut-urutan saudara mana yang lebih tua dari saudara lainnya. Hal ini karena jarak antar saudara yang hanya terpaut 1-2 tahun. Jarak cukup jauh terjadi antara Iskandar Karim dan Laida Maulida yang selisih 5 tahun. Entah apa karena kampanye KB pada tahun 1970 lebih gencar, atau mbah Karim menjadi pejabat dengan masa jabatan selama 5 tahun yang menghambat pernambahan putra-putri. Hingga akhirnya putri bungsunya Herna Fitriyah memiliki jarak kelahiran “normal” dengan Laida yaitu 3 tahun.

Hingga pada akhirnya pada tanggal 24 Juli 2010 atas kuasa Edy Bambang Prasetyo a.k.a Yuk Po, diadakanlah jumpa rindu (temu kangen) di Rumah Tamu (Guest House) Kebun Raya Bogor. Syukurlah 6 (enam) keluarga dari 7 (tujuh) bersaudara ini hadir.

Dari keluarga R. Moh Imran Tjakra dihadiri oleh wakil keluarga R. Saiful Alam yaitu bude Taty, mbak Ita sekeluarga, Mas Riza sekeluarga dan mbak Poppy sekeluarga. Wakil dari R. Sahirul Alim dihadiri oleh Ahmad Setiawan Nuraya yang kulina dipanggi Mas Memet sekeluarga. Dan terakhir wakil dari Rrr. Muslimatul Fadilllah dihadiri oleh mbak Andayani YangYang (dan bertepatan ultah di hari itu) dan mbak Anda Triana.

Kemudian dari keluarga R. Abdurrazak dihadiri oleh putri bude Rrr. Iskandarayah yaitu mbak Nur Jannah sekeluarga. Karena yang bisa dikontak via Fesbuk ini, hanya mbak Nur Jannah dan tante Ummi.

Untuk keluarga dari R. Abdul Latif Azis Tjakradirana ini, dihadiri oleh Rrr. Pie Wiendari Azis (tante Win), R. Erlan Dewani Azis (om Erlan) sekeluarga, Rrr. Alfiah Morina Azis (tante Evi) dan R. Abdul Latief Hidayat Azis (om Dudun) sekeluarga.
Absensi terlengkap dimenangkan oleh keluarga Rrr. Sitti Kastoeri yang diwakili oleh Chairani sekeluarga (termasuk saya di dalamnya) dan Chairina Purnama Murti. Secara pencetus Keluarga Berencana ya dari nenek saya ini. Sehingga keluarga dari Rrr. Sitti Kastoeri paling sedikit keturunannya bila dibandingkan keluarga yang lain :D.

Keluarga R. Amirudin dihadiri oleh R. Abdul Mutaali (om Aang) dan mbah Nyanyah Saliyah. Kehadiran keluarga ini sungguh luar biasa, dalam hitungan jam, om Aang dan Mbah Nyanyah menyatakan bersedia hadir. Dan syukurlah tiket pesawat masih tersisa 4 kursi untuk jam penerbangan pertama menuju Jakarta, karena keesokan harinya adalah hari Sabtu.

Dan sebagai pamungkas, dari keluarga Rrr. Sitti Sjamsijah dihadiri oleh empat putra-putri dan keluarganya yaitu; Nurkumala Karim (tante Nungki), Diana Urfiah (tante Diana), Moh. Iskandar Karim (om Iis) dan Laida Maulida

Yang disayangkan, saya kekurangan data dari keluarga R. Abdul Djoemali-Tjokrosoeseno alias Ma Tjokro. Untuk keluarga ini, baru didapat nama dari putra-putri bude Mala yang memiliki 3 (tiga) putra-putri. Untuk dari keluarga ini, mbak Andam bersaudara yang kenal dengan salah satu putrinya yaitu mbak Yussi. Dan menurut kabar terakhir keluarga Ma Tjokro ini, insyaAllah tersisa pakde Ahmad. Padahal jika bisa diketahui dari keluarga Ma Tjokro ini, bisa didapat data utuh dari keluarga R. Hasan Djajingpatra yang tersebar dan akan saya jadikan buku untuk dibagi di acara Reuni Akbar Jilid Kedua yang akan dihelat di Surabaya.

Moral Cerita:

  1. Suka atau tidak, silsilah dan reuni keluarga ini adalah salah satu manfaat dari Facebook “Helps you connect and share with the people in your life“. Walau banyak kawan-kawan saya Anti Facebook karena anggapan mereka, Facebook itu pro Zionis-Israel. Dan ironisnya mereka suka makan di Mekdi dan minum Koka Kola (yang katanya juga Pro Zionis Israel) dari pada Nasi Pecel Bu Yatin, Sego Sambel Wonokromo, Belut Bok Abang Mbak Dewi dll. FWYO.
  2. Jika saya tidak menemukan silsilah yang saya temukan itu, saya yakin hal ini tidak akan terlaksana. Percayalah.

13 thoughts on “Silsilah Keluarga

  1. I was pretty pleased to uncover this website.

    I wanted to thank you for your time due to this wonderful read!
    ! I definitely really liked every bit of it and i
    also have you book-marked to check out new information on your
    site.

  2. Aku hafal semua cucu kedua kakek-nenekku. Tapi kalo sepupu bapak-ibuku, aku sudah nyerah deh.

    Hafal silsilah keluarga itu banyak lho manfaatnya. Minimal ada yang nolongin akomodasi kalau berkunjung ke suatu kota yang asing buat kita :-)

    • kalo menghafalkan dari kedua kakek-nenek, itu wajar. Lah ini, cucu-cicit dari kakek dan nenek bersaudara (7 bersaudara lebih tepatnya).

      Aku setuju dengan pendapatmu ttg manfaatnya jika berkunjung ke kota yg ada saudara kita. Dapet akomodasi :D

  3. Saya setuju : kluarga adalah sumber daripada jatidiri. Silsilahnya memang tidak mempengaruhi sifat dan sikap seseorang, tetapi dengan mengetahui silsilah kita mengetahui semangat (atau visi misi) keluarga yang dapat kita lanjutkan :) (tentunya yg baik2 ya.. catet)

    Setuju juga : “Helps you connect and share with the people in your life“
    FB adalah sebuah sistem. Bagaimana sistem itu bekerja, diperlukan sebuah campur tangan developer. Bagaimana perkembangan sistem ini dapat berjalan sesuai dengan kemauan maka dibutuhkan cara pandang yang “hebat” dalam memahami sebuah sistem. Ingat.. “The biggest room in the world is room for imagination, for innovation, for improvement. That is in your brain”.

  4. Koreksi: yg hadir dari keluarga Latief Azis adalah Te’Lien, istri alm. mas Budi, bukan Pie Wiendari, serta Agi putri, yu Wien diwakili J (keyboard) sekeluarga. Kel. om Dudun diwakili te’Mery, Aldi dan Lala. Tks.

thank you for comment ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s