Legenda Kacang Kuah

kacang_kowa2Tersebutlah seorang putri raja nan cantik jelita berngaran Kanjeng Putri Tjahaju Anggraini. Putri dari kerajaan Malangpahit. Pada suatu hari, dia mendapat mandat dari sang ayahanda untuk berkelana ke kota sura ing Baya untuk mencari kejayaan negeri Malangpahit di masa depan.

Dalam pengembaraannya, sang Putri ditemani oleh Raden Mas Angki Bukaningrat. Seorang pangeran kentir dari negeri antah berantah. Kecintaan sang putri terhadap macam klenik, ragam kuliner dan bangunan peninggalan sejarah, diterjemahkan dengan baik oleh Raden Mas Angki Bukaningrat. Berdua mereka menjelajah setiap sudut kota Sura ing Baya dikala mereka tidak bertapa.

Hingga pada suatu ketika sang putri mengutarakan keinginan pada sang pangeran:
Kanjeng Putri Tjahaju Anggraini (Tj): Kangmas
Raden Mas Angki Bukaningrat (An): Iya diajeng
Tj: Ada satu keinginan yang belum aku temui di kadipaten ini kangmas.
An: Katakanlah itu diajeng
Tj: Aku belum menikmati Kacang Kuah
An: Apa itu diajeng?
Tj: Engkau tidak tahu kangmas?
An: Tidak diajeng, sudi kiranya engkau memberitahukan jenis makanan itu.
Tj: Engkau benar-benar tidak tahu kangmas?
An: Hamba benar-benar tidak tahu diajeng.
Tj: Engkau SUNGGUH TERLALU kangmas.
An: Maafkan hamba diajeng.
Tj: Kacang kuah itu adalah kacang tanah dengan kuah jahe kangmas.
An: Mmmm…
Tj: Disantap di pagi hari atau ketika malam menjelang sungguh nikmat kangmas.
An: Sakit kalo disantap diajeng
Tj: Bukan santap itu kangmas pekok. Disantap disini dimakan.

An: Sekali lagi maaf diajeng
Tj: Di Malangpahit banyak sekali kangmas. Di Batavia ada lo kangmas. Masa’ di Kadipaten Sura ing Baya tidak ada kang mas?
An: Oh ya?
Tj: Iya, di Batavia ada
An: Baiklah diajeng aku akan mencari untukmu
Tj: Engkau memang baik kangmas
An: Terima Kasih diajeng.

Dengan penuh penasaran, Raden Mas Angki Bukaningrat, berkelana mencari penjual kacang kuah. Dari ujung Timur Sura ing Baya sampai semenanjung Utara kota Sura ing Baya. Hasilnya nihil.

Di sela-sela istirahat di kerajaan kota Sura ing Baya, sang Pengeran bertanya kepada salah satu abdi kerajaan Sura ing Baya.
Raden Mas Angki Bukaningrat (An) : Ning, tahukah engkau penjual kacang kuah?
Abdi Kerjaan (AK): Ada pangeran, di alun-alun Tambaksari.
An: Dimanakah letaknya Ning?
AK: Dia tidak memiliki tempat berjualan.
An: Maksudnya?
AK: Dia berkelana pangeran.
An: Jadi ider gitu ning?
AK: Yup

Dengan perasaan bahagia sekaligus dongkol, Raden Mas Angki Bukaningrat meninggalkan Kerajaan untuk mencari penjual kacang kuah. Memang nasib baik belum berpihak kepada Raden Mas Angki Bukaningrat. sang penjual Kacang kuah tidak ditemui oleh Pangeran.

Dengan kecewa dia kembali ke kerajaan untuk melanjutkan pertapaannya.

Sambil membuka surat yang masuk ke meja redaksi Pangeran, dia tertarik pada sebuah surat yang memberitahukan berita perjalanan ke masa lalu dan masa silam. Di kala suntuk menyerang, di balaslah surat itu untuk menjadi peserta.

Selesai perjalanan itu, Pangeran kembali ke padepokan untuk mengingat-ngingat perjalanan ke masa lalu yang akan ditulis dalam babad kentirnya. Selama perjalanan, dia terpaku pada seorang bapak yang menggunakan gerobak dan tertulis:

kacang kowa

BINGOO..!!!!

Ini dia yang saya cari. Begitu ucap pangeran.
Tanpa pikir pendek, dihadanglah penjual gerobak tersebut. Dengan muka terkejut sang bapak berhenti. Pangeran dengan sumringah memesan kacang kuah tersebut.

Dengan hati gembira, Pangeran memberitahukan kepada Kanjeng Putri Tjahaju Anggraini, bahwa dia telah berhasil mendapatkan penjual Kacang Kuah. Sang Putri menyambut dengan riang kabar tersebut. Ketika akan menjemput sang Putri di padepokan Kaliasin, ternyata sang Putri berada di kereta Kencana menuju Batavia.

[bersambung.....]

10 Responses

  1. oalah.. iki toh ceritane..
    * mode goblog *

  2. Sangar pek… menceritakan kuliner kedalam sebuah cerita… Btw aku kudu nyobak iki kacang kuah e… kox koyok e enak…

    Di tunggu sambungannya… :D

  3. kacang kowa..
    hehehe.. kereeeennn..

  4. wah, jadi rindu pengen mudik nih… :D

  5. wenak tenan lho kacang kuah itu..
    doyan banget aku!!! hehehe..
    ayo mampir2 ke blog saia lagi..
    sambil bawa in kacang kuwah juga boleh hahahaha..

  6. enak tenan adem2 mangan tawa n kacang kowa :D

  7. ini namanya wedang kacang kang…
    *bersambaungnya kapan ik, udah sebulan lebih lewat ki*

  8. nyemmmmmmmmm enak tenan mas :D

  9. bar kuwi diwenehi sun yo? hihihihi

Leave a Reply