Selama dua minggu ini, Angki dapet tugas mempoto kegiatan yang berbau lingkungan, dan ternyata tugas itu menyenangkan. Tapi maap yaw, poto-poto lingkungan itu sudah menjadi rahasia negara lebih tepatnya rahasia Pemerintah Kota Surabaya.
Dengan ilmu fotografi yang setengah matang dan menejemen eling tentang “shuter speed of cameras” (halah opo iki). Ternyata ada beberapa foto yang justru bagus diambil tidak simetris. Tidak simetris disini adalah penempatan obyek tidak berada di tengah. Jadi obyek yang akan kita foto, berada di kanan, kiri, atas atau bawah. Tergantung selera.
Terlepas dari cara moto yang ngawur itu, Masjid Agung Surabaya (MAS) saat ini (waktu Angki kesana maksudnya) sedang renovasi pada bagian atapnya. Yah untuk menyambut bulan Ramadhan bulan depan. Tapi ada yang kurang kalo kita naik menara MAS ini. Kurang apa Ki’? Kurang tinggi.
Kalo kita perhatikan tombol angka yang tertera pada lift menara MAS ini, hanya ada tiga tombol yang bernilai satu, dua dan tiga (ku mulai membacaaaa). CITO, Grha Pena, DTC sempat tertangkap mata, lainnya tidak bisa jadi karena cuaca Surabaya waktu Angki kesana agak mendung (terlepas dari kaca menara yang abu-abu).
Ternyata manusia kecil ya bila dibandingkan dengan BIS, TRUK, apalagi TIANG LISTRIK. Dan manusia itu ternyata tidak LUASS..!!!!