Kepurbaan saya ternyata bukan hanya tentang buku. Tapi menyangkut yang lainnya. Mau tau?? Komputer yang memfosil, motor antik dan FLESDIS..!!!
Asal tau aja neh, sejak tiga tahun lamanya, saya berkutat dengan flesdis limaduabelastermahal yangpernahadadidunia. Kengebetan saya akan flesdis, didasari karena banyaknya temen-temen yang punya flesdis. Asal tau saja, harga awal kemunculan flesdis di Indonesia, berdasarkan jumlah byte yang tertera (bahkan yang lebih mahal banyak
).
Dengan asumsi teknologi (baca: ilmu gathuk) masa kini, saya yakin kalo barang ini akan turun seiring berjalannya waktu. Dan itu benar, terbelilah flesdis limaduabelastermahal yangpernahadadidunia dengan ditukar beberapa lembar duit senilai tigaratusribuankembali berapaaagitu.
Seneng dunk saya ini, karena saya bisa mencaci beberapa temen yang membeli flesdis seharga milik saya ituh dengan kapasitas setengah daripada saya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Itu dulu..!!!
Sekarang???
.
.
.
.
.
.
Saya ngebet (baca: ngotot) beli flesdis hanya dan hanya jika bernilai tigaratusribuankembaliberapaaagitu. Persetan akan kapasitas. Saya hanya mau flesdik bernilai tigaratusribuankembaliberapaaagitu.
Eh Pagi-pagi SuSiWi telepon, kalo saya menang undian flesdis duagigabyte dari undian CoCoNeT berhadiah. Kok aku ora oleh eijpi Su??
Seneng Ki’??
Nggak, biasa ajah??
Lo’?
Kan udah dibilang, kalo saya akan membeli flesdis hanya dan hanya jika benilai tigaratusribuankembaliberapaaagitu. Walau flesdis itu berkapasitas duagiga, emang berapa duit heh?? paling seratusribusomething. Ya Kan Ya Kan Ya Kan ??
Aniwei thx for the operator (baca: CoCoNeT)