Foto Juminten ini di dapat dari http://juminten.cahandong.org. Diedit seperlunya pada bagian atas agar tidak kebanyakan eh kepanjangan.

- WHAT: JUMINTEN
- WHEN: Jumat 13 Juni 2008|20:30
- WHERE: Seputaran Titik Nol Kilometer
- WHY: Penasaran Udah g’ Penasaran Kota Jogja
- WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™, CAHANDONG.
- HOW:
Masih tetep bersama Anto, EkoWanz dan Gunawan Rudy menuju titik Nol Kilometer Jogja. Ada kabar yang berhembus, sutradara kondang gulindang Iman Brotoseno akan datang malam ini bersama Sarah. Dan Anto bilang ke Mas Iman agar jangan membawa Sarah, karena ada Angki. Ah sirik lu To
Satu persatu datanglah para eblis CahAndong. Ketika mengobrol tentang maskot CahAndong alias Pujaan eblis CahAndong alias Nabi a.k.a RAIMU Anangku, datang perusak acara Juminten. Ngapain anak ini datang
. Setelah puas mengorek data dari Duta Besar Surabaya ini tentang Beliau, lampu jalanan, lampu benteng vrederburg, dan sekitar titik nol kilometer padam a.k.a LISTRIK MATI. DAN SEJAK DULU KALO NGOMONGIN BELIAU PASTI BIKIN NJEGGLEK. Akhirnya Angki tau, kenapa PLN defisit daya. Karena orang-orang pada ngomongin Anang.
ENG ING ENG…!!!
AKHIRNYA DATANG JUGAAAA….!!!!!!!!!!
Iman Brotoseno telah hadir di tengah-tengah eblis CahAndong bersama Sarah Buanadara..!!! Hohohohohohohoho…!!!
- WHAT: PASCA JUMINTEN (Makan Dini Hari)
- WHEN: Jumat 13 Juni 2008|23:00
- WHERE: Gudeg Samping Bu Lativa
- WHY: Laper euy
- WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™ & CAHANDONG, Iman Brotoseno, Sarah.
- HOW:Karena kondisi lapar melanda, kami semua (kecuali Pak Yahya) pintong. Saking laparnya, bahkan Sarah pun ngemil krupuk sambil menunggu pesanan gudeg datang. Coba datang sejam lagi, kita pasti dapat makan di gudeg Bu Latifa. Dan emang kita semua udah Kesetanan kelaparan, akhirnya makan lah di sebelahnya. Karena Angki percaya sebuah quote, “Kita tidak dapat berpikir LOGIS jika belum terpenuhinya LOGISTIK”. Cangkirmu.
- WHAT: KOPDAR MISTERI
- WHEN: Sabtu, 14 Juni 2008|01:30
- WHERE: Atap Plengkung Gading, Kraton dan Rumah Kentang, Kotabaru
- WHY: Menguji nyali serta mencoba handycam milik Anto untuk mendapatkan skrinsur penampakan.
- WHO: Asep, Anto, Gunawan, Leksa, Momon, Dina Utami, Celo, Sandal, Pengki, SuSiWi
- HOW: Maap seribu Maap kembali duaratus, Angki bener-bener kelelahan untuk ikut Kopdar Misteri ini. Dan akhirnya Angki dapat beristirahat dengan tenang di kediaman Bung PeTeeR
- WHAT: Cari Beli Kaos Dagadu ASELI
- WHEN: Sabtu, 14 Juni 2008 | 12:30
- WHERE: UGD (Unit Gawat Dagadu)
- WHY: Udah g’ punya baju lagi
- WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™, PeTeeR.
- HOW: Dengan motor Jupiter Z milik PeTeer (jodoh ya Jupiter ama PeTeeR. Hehehehehe), diantarlah bukaningrat ini ke tujuan. Harga kaos Dagadu agak mahal bila dibandingkan CakCuk Surabaya. Dan jangan dibandingkan ama Dagadu di jalanan Malioboro. Kalo harga Dagadu di UGD kurang dari 50 ribu, Angki beli dua. Berhubung nominal yang tertera di kaus tertulis 60 rebu, just bought for a t-shirt of DaGaDu.
–bersambung–
Filed under: Me and My Self














waduh….nggrai aku tambah kangen mudik ae, ki.
batewei, eniwei, bawei….daku pindah rumah, ki. neng kene loh:
http://duniavina.com
mampir yo…awas nek enggak
*piss bro*
ancene kok arek siji kui, njeglek gak ketulungan nendi2…
lapo kok tok gowo neng jogja ki?
juh…
mboseni pol neng kene
angki, kalo masih nerusin postingan soal di jogja, jangan sebut2 siwi. anggap aja dia sudah musnah.
wehehehe….iya beneran mati lampu di sisi tempat nongkrong aja
wew, ana apa tah kie?
Raimu arek PENS lek gak enak ati karo aku ngomongo…lek wani ojok lewat maya…maksudmu opo cok ngirim Comment gak enak nang WordPressku…Perek raimu…
Iyo angki iku arek e pancen JANC*K’ AN cak, koyok perex sing nang diponegoro iku lo, tak belani sampean cak ojok kuatir, JANC*****K iku.
[...] Brotoseno bersama Sarah “Buanadara” Astri di seputaran Nol Kilometer Jogja disertai lampu jalanan padam karena….. Ah [...]