Like A Stone (Audioslave-2002)

Banyak orang meragukan kehandalan Casey Stoner bersama Ducati Marlboro Team-nya. Hal itu tak lebih dikarenakan motornya. I don’t think so guys. Capirex a.k.a Loris Cappirosi yang udah bangkotan di MotoGP aja kerepotan menjinakkan Ducati GP7. Dan sekarang Marco Melandri yang jungkir balik menstabilkan liarnya Ducati GP 8.

Dari referensi yang Angki baca di Motor Plus, disebutkan bahwa Casey Stoner lahir dan besar dari lintasan aspal. Bukan emaknya melahirkan Casey di aspal dengan bantuan mekanik, atau emaknya kiper di lapangan aspal. Bukan, bukan itu. Tapi dia mengawali karir profesionalnya pertama kali di dunia motorsport memang langsung berlaga di lintasan aspal (Di Eropa). Beda dengan Valenitik, Capirex, Texas Tornado, apalagi Max Bego yang mengawali  karir profesionalnya dari motocross.

Bisa di buktikan dari gaya balap mereka yang lahir memulai dari motocross kemudian ke lintasan aspal. Mereka cenderung grasak-grusuk, seradak-seruduk. Itu disebabkan cara membawa motocross yang stop and go di tikungan. Coba liat Rossi, Melandri, Capirex kadang menurunkan kaki ketika sudah tidak mampu menaklukkan tikungan (oversteer). Beda ama Casey Stoner yang lemah lembut (tidak gagah gemulai) melewati tikungan hairpin dan mulus beradu dengkul di tikungan parabolik.

Harus diakui pembalap roda dua yang berawal dari motocross memiliki handling yang mantab jaya karena kudu menaklukan handycap, table top setiap lapnya. Imbasnya ketahanan fisik di atas rata-rata pembalap aspal. Tapi ketahanan fisik itu menjadi bumerang ketika berlaga di lintasan aspal. Emang di Catalunya, Sepang, Sentul, Mugello ada table top, handycap? Enggak kan? Dan kelebihan fisik itu, membuat pembalap g’ sabaran. Cinta tanah air deh.   :mrgreen:

Nah itu dari segi pembalap. Mari kita lihat dari motorna.
Kenapa?

Begini brur, Honda, Suzuki, Yamaha merupakan kendaraan amphibi. Bukannya ketiga pabrikan itu memiliki motor yang bisa mengapung di air dan menggelinding di aspal sekaligus. Bukan, bukan itu. Ketiga pabrikan itu memproduksi motor untuk motocross dan jalanan aspal. Honda dengan CR, Yamaha dengan YZ, dan Suzuki dan RM. Walaupun ketiga pabrikan itu ada divisi yang berbeda untuk motocross dan aspal, tapi ketiganya tidak akan punya andalan utama di alamnya.

Ducati?? dia hanya khusus membuat motor jalanan aspal. Siapa yang tidak kepincut dengan Ducati 999 yang ber-monoarm, Ducati Monster yang “sederhana” nan elegan, Ducati ST-9 yang beraura sport namun aje gile diajak touring nun jauh dimato apalagi Ducati 848. Kalopun Ducati bikin motor trail, itu cenderung ke supermoto. Bukan Supermoto Invy, catet itu.

Kehebatan Ducati di lintasan aspal mangkin menggila di Superbike Ketika Carl “Foggy” Fogarty masih mengangkangi Ducati. Tak satupun pembalap bisa mengalahkan Foggy sampai akhirnya dia pensiun dari Superbike. Dan di Superbike itu merupakan ajang balapan motor 4-tak.

Ketika FIM membuat aturan baru untuk MotoGP menggunakan mesin 4 nada, Ducati serasa di atas angin. Dengan pengalaman dahsyat di Superbike, mereka PD menjadi kontestan MotoGP (900 cc) di tahun 2003. Walau butuh waktu, tapi Ducati dengan Casey Stoner akhirnya membuktikan bahwa di tahun 2007 mereka adalah mempelai dalam lintasan aspal.

Masih ngotot, Stoner diuntungkan motor?? :P

Shirt For Nation

Artikel di Jawa Pos tentang kostum nasional kontestan Euro 2008 cukup menarik. Tentang warna kostum. Yup warna kostum kontestan EURO 2008 ternyata tidak saklek dengan warna bendera mereka.

Jerman malah menggunakan warna putih sebagai kostum negaranya. Alasan pemilihan warna itu didasarkan pada jaman keemasan kerajaan Jerman (Arya).

Oranje Belanda malah menyimpang jauh daripada Merah-Putih-Birunya.

Italia yang berkostum biru, juga tidak mewakili Merah-Putih-Hijau. Penggunaan warna didasarkan pada warna kebesaran tentara Romawi yang gagah gemulai berani dalam menguasai ranah Eropa.

Terus??

Nah Angki cuman pengen posting tentang kostum apa yang cocok untuk Timnas Indonesia . Kondisi sekarang dengan merah-putih sebagai aktualisasi bendera Indonesia. Mungkin dengan dalih Nasionalisme, PSSI menggunakan warna merah putih untuk Timnas Indonesia. Timnas pernah menggunakan warna hitam dan hijau dalam beberapa kesempatan tanding.

Sebetulnya Angki pengen mengusulkan warna Kuning atau Biru sebagai warna nasional Timnas Indonesia. Kenapa kuning dan kenapa biru?

Kuning merupakan lambang kemakmuran (terlepas dari warna Partai sialan ituh) dan diwujudkan negara Indonesia sebagai negara agraris dan disimbolkan oleh padi. GEMAH RIPAH LOH JINAWI

Biru merupakan lambang kedamaian, dan Indonesia adalah negara kepulauan yang 2/3 daerahnya dilingkari lautan. JALESVEVA JAYAMAHE

Tapii…!!!!

Impor beras, gizi buruk, kelaparan sempat menggagalkan panen ide dari postingan ini. Tenggelamnya beberapa kapal perang TNI AL yang aus dimakan usia untuk mengamankan kedaulatan negeri ikut menenggelamkan kandidat warna biru untuk Timnas Indonesia.

Warna hijau sempat terlintas untuk berandai-andai (dan akhirnya dipakai) dipakai oleh Ponaryo Astaman dan Bambang Pamungkas mewakili hijaunya bumi Indonesia sebagai paru-paru dunia. Tapi pembalakan liar hutan akhirnya menumbangkan warna hijau mewakili warna Timnas Indonesia. Dan tumbang jugalah kancah persepak bolaan Tanah Air.

Jadi warna apa dunk Ki’?
Apa ya?? Kalian ada ide?

MORAL CERITA:
Benua biru Eropa menjalankan dengan baik pameo: “BANGSA YANG BIJAK, BANGSA YANG MENGHARGAI BUDAYA BANGSANYA”. Bukan sekedar slogan semata. Bahkan saking cintanya mereka pada budaya mereka, Eropa dapat membius bangsa lain untuk meniru budaya mereka.

Apalagi budaya Jepang, diwujudkan dengan apik di Indonesia berngaran Cosplay, dan lebih diterima daripada batik apalagi koteka. Yang konyol ada NARUTO PAKE BATIK :shock: . Jaka Sembung beli melon, G’ nyambung Oon.

Ah sutra lah

Kepribadian Ganda

Kepribadian Ganda merupakan suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain. Kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya. [wikipedia]

Contohnya: ada kepribadian yang tau soal peristiwa traumatik itu, dan ada kepribadian yang sama sekali nggak tau. Akhirnya mereka terbiasa saling ngelindungin diri dari masalah dengan gonta ganti kepribadiannya sampe mereka tumbuh gede. Tiap ada masalah baru, berarti ada kepribadian baru juga. Jadi jangan kaget ada penderita yang bisa punya sepuluh (ato lebih) kepribadian yang berbeda-beda! [Tony Thamrien]

Sik seik bentar dulu, kenapa kalo tanggal tua kepribadian Angki g’ karuan, yang bingung ini lah, bingung itu lah. Coba kalo lagi gajian, mmmm semua jenis Nasi Bebek Angki datengi. MAU?

:mrgreen:

Perjalanan ke Jogja [3] -FIN-

  • WHAT: FESTIVAL KESENIAN YOGYAKARTA (Nonton Film “CINTAKU DI KAMPUS BIRU”)
  • WHEN: Sabtu 14 Juni 2008|16:00
  • WHERE: BENTENG Vredeburg
  • WHY: Nostalgia a la Iman Brotoseno.
  • WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™ ,PeTeer, Anto, Ekowanz, Momon, Gunawan, Iman Brotoseno, Sarah, Wisnu, Nico.
  • HOW: PeTeer dapat telepon sekitar jam 2 dari Anto atau MoMoN [CMIIW], untuk membeli tiket nonton Cintaku Di Kampus Biru sebanyak delapan tiket, sepuluh tiket dengan Angki dan PeTeer. Sesampainya di Benteng Vrederburg, narsis dot kom melanda bukan narsis dot net bukan pula narsis dot o ar ji apalagi dot INPO

:P

———————-
*Nonton film dengan khidmat*

*Anto mengambil skrinsur film*

*Momon, Sarah, Mas Iman, Angki kedinginan karena AC yang langsung nampar RAI wajah, g’ tau yang lain*

*”ANTOOOONNNNNN…!!!!!! (sambil berlari a la film India)” Yati Octavia said*

*”Asem jawa, asem kecut, Gula jawa, jahe, kunyit, temulawak, brotowali, RAIMURoy Marten said*

*”Hidup adalah masa muda.
Masa muda adalah kebahagiaan.
Perpisahan adalah Kematian kecil.

……..Kata orang Perancis ” *mental ke plafon*Roy Marten said*

———————-

Di FKY ini ada acara BANCI on THE STAGE. Ketemu BUDI, HALOW BWOZ dkk :lol: . Angki dan eBlis CahAndong Kesetanan waktu makan rebutan sate lalat ayam. G’ tau berapa tusuk yang dihabiskan karena kami merana kelaparan.
:mrgreen:


  • WHAT: DINNER
  • WHEN: Sabtu 14 Juni 2008|20:30|
  • WHERE: BEBEK CAKOTING
  • WHY: Laper part-2
  • WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™ ,PeTeer, Anto, Ekowanz, Momon, Gunawan, Iman Brotoseno, Sarah, Wisnu, Nico.
  • HOW:

Masih bersama PeTeer dan Jupiter-nya ditemani Nico dan Wisnu, mampir dulu di Bakpia Pathuk 25 buat oleh-oleh. Baru ke Cakoting.

Bebeknya nyaman gila (untuk ukuran Jogja), ada kremesnya mirip Bebek Kayu tangan. Soal ukuran kalah jauh ama BeBeK Kayu Tangan dan BeBeK HT ;) . Sambelnya lumayan “nendang”, tapi menurut Angki masih kurang pedas bila dibandingkan dengan sambel BeBeK Canggih dan BeBeK Tugu Pahlawan. (*mendadak wartawan kuliner mode: ON*). Nico bilang ke Mas Iman, masih ada yang lebih pedes dari ini Mas. Di oseng-oseng mercon (*di Surabaya juga ada oseng-oseng mercon kok* :D ).

Aniwei BeBeK Cakoting ini masih kalah satu strip daripada BeBeK Surabaya. Bagaimana para JBKM a.k.a Jema’at BeBeK Kota Surabaya atas pendapat saya ini??Jie, Fahmi dan Mas heRRu betul begitu??. Over all bebek Cakoting ini dapet point 3,5 dengan range 5. *halah opo sih iki*


  • WHAT: CANGKRUK DAN NONTON EURO 2008
  • WHEN: Sabtu 14 Juni 2008|23:00 – till drop|
  • WHERE: d’KLIK cafe
  • WHY: Laporan para blogger (Postiiinnggg..!!!),
  • WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™ ,PeTeer, Funkshit, Anto, Ekowanz, Momon, Gunawan.
  • HOW: Males mo nulis pengacau datang :evil:


sleep mode:ON


  • WHAT: GO HOME
  • WHEN: MINGGU 15 Juni 2008|07:00|
  • WHERE: TUGU JOGJAKARTA TRAIN STATION
  • WHY: Sesuk wis kerjo maneh DUL..!!!
  • WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™ ,PeTeer.
  • HOW: Secara tiket Kereta Sancaka Sore udah sold out :shock: . Akhirnya beli tiket Kereta Sancaka Pagi wae. Padahal Minggu pagi hari ada acara ging-jogging di UGM. Niatnya lari pagi, tapi malah cari tomat segar :lol: . Bukan begitu?? Iyaaaaa

Ada beberapa tulisan yang belum di tulis di sini. Tulisan tentang “another side of Jogja In My Huble Opinion”.

Mungkin di tulis di lain waktu atau di blog sebelah. Loh kenapa Ki’??
Ada Deh
mau
tau
ajahhhh
;)

THX ALOT for CAH ANDONG

Perjalanan ke Jogja [2]

Foto Juminten ini di dapat dari http://juminten.cahandong.org. Diedit seperlunya pada bagian atas agar tidak kebanyakan eh kepanjangan.

  • WHAT: JUMINTEN
  • WHEN: Jumat 13 Juni 2008|20:30
  • WHERE: Seputaran Titik Nol Kilometer
  • WHY: Penasaran Udah g’ Penasaran Kota Jogja
  • WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™, CAHANDONG.
  • HOW:

Masih tetep bersama Anto, EkoWanz dan Gunawan Rudy menuju titik Nol Kilometer Jogja. Ada kabar yang berhembus, sutradara kondang gulindang Iman Brotoseno akan datang malam ini bersama Sarah. Dan Anto bilang ke Mas Iman agar jangan membawa Sarah, karena ada Angki. Ah sirik lu To :P

Satu persatu datanglah para eblis CahAndong. Ketika mengobrol tentang maskot CahAndong alias Pujaan eblis CahAndong alias Nabi a.k.a RAIMU Anangku, datang perusak acara Juminten. Ngapain anak ini datang :evil: . Setelah puas mengorek data dari Duta Besar Surabaya ini tentang Beliau, lampu jalanan, lampu benteng vrederburg, dan sekitar titik nol kilometer padam a.k.a LISTRIK MATI. DAN SEJAK DULU KALO NGOMONGIN BELIAU PASTI BIKIN NJEGGLEK. Akhirnya Angki tau, kenapa PLN defisit daya. Karena orang-orang pada ngomongin Anang. :twisted:

ENG ING ENG…!!!

AKHIRNYA DATANG JUGAAAA….!!!!!!!!!!

Iman Brotoseno telah hadir di tengah-tengah eblis CahAndong bersama Sarah Buanadara..!!! Hohohohohohohoho…!!!

Akhir Sebuah Penantian


  • WHAT: PASCA JUMINTEN (Makan Dini Hari)
  • WHEN: Jumat 13 Juni 2008|23:00
  • WHERE: Gudeg Samping Bu Lativa
  • WHY: Laper euy
  • WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™ & CAHANDONG, Iman Brotoseno, Sarah.
  • HOW:Karena kondisi lapar melanda, kami semua (kecuali Pak Yahya) pintong. Saking laparnya, bahkan Sarah pun ngemil krupuk sambil menunggu pesanan gudeg datang. Coba datang sejam lagi, kita pasti dapat makan di gudeg Bu Latifa. Dan emang kita semua udah Kesetanan kelaparan, akhirnya makan lah di sebelahnya. Karena Angki percaya sebuah quote, “Kita tidak dapat berpikir LOGIS jika belum terpenuhinya LOGISTIK”. Cangkirmu.

  • WHAT: KOPDAR MISTERI
  • WHEN: Sabtu, 14 Juni 2008|01:30
  • WHERE: Atap Plengkung Gading, Kraton dan Rumah Kentang, Kotabaru
  • WHY: Menguji nyali serta mencoba handycam milik Anto untuk mendapatkan skrinsur penampakan.
  • WHO: Asep, Anto, Gunawan, Leksa, Momon, Dina Utami, Celo, Sandal, Pengki, SuSiWi
  • HOW: Maap seribu Maap kembali duaratus, Angki bener-bener kelelahan untuk ikut Kopdar Misteri ini. Dan akhirnya Angki dapat beristirahat dengan tenang di kediaman Bung PeTeeR

  • WHAT: Cari Beli Kaos Dagadu ASELI
  • WHEN: Sabtu, 14 Juni 2008 | 12:30
  • WHERE: UGD (Unit Gawat Dagadu)
  • WHY: Udah g’ punya baju lagi :mrgreen:
  • WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™, PeTeeR.
  • HOW: Dengan motor Jupiter Z milik PeTeer (jodoh ya Jupiter ama PeTeeR. Hehehehehe), diantarlah bukaningrat ini ke tujuan. Harga kaos Dagadu agak mahal bila dibandingkan CakCuk Surabaya. Dan jangan dibandingkan ama Dagadu di jalanan Malioboro. Kalo harga Dagadu di UGD kurang dari 50 ribu, Angki beli dua. Berhubung nominal yang tertera di kaus tertulis 60 rebu, just bought for a t-shirt of DaGaDu.

–bersambung–

Perjalanan ke Jogja [1]

Foto-Foto lain bisa di lihat di MP saiyah
photography by PeTeeR

  • WHAT: Trip to Solo-Jogja
  • WHEN: Jumat, 13 Juni 2008 | 04:15 |
  • WHERE: GUBENG TRAIN STATION
  • WHY: Penasaran akan Kota Jogja
  • WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™
  • HOW:

Bangun pagi-pagi jam 03:30 WIB karena bener-bener g’ tau jadwal kereta Pasundan. Terakhir liat jadwal di stasiun kereta adalah tertulis 04:30. Nyampe di Gubeng jam 04.15 WIB, beli tiket, ternyata Pasundan berangkat jam 05:30 WIB. Dan yang tertulis 04:30 adalah kereta Penataran. THX GOD.

Ternyata kereta Pasundan memiliki nomor tempat duduk layaknya Bisnis (inget hanya layaknya, bukan yang lain). Duduk di depan orang yang entah dia gagap atawa bisu (untung g’ bindeng), dieeeem aja selama perjalanan. Waktu makan siang ternyata suaranya kayak Sinchan: “Maas mari makan” *mental ke plafon kereta*.

Dan ini adalah pertamaz kalinya naek kereta ke daerah Jawa Tengah. Kalo ketiduran, terus bablas ke Bandung?? Asyik dunk..!!! .

Kereta Pasundan, masih tetep kayak kereta kelas ekonomi lainnya. Yang bikin beda antara Kereta Api Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah para pedagangnya. Di Jawa Timur mereka masuk sesuka hati dengan logat tempat saya lahir alias telok lema‘ a.k.a Madura. Dan orang Madura emang “giat” kejar setoran. Nah selama perjalanan naek kereta di ke Jawa Tengah itu, pedagangnya lebih sopan. Dan ada (atau kebanyakan) dandanan dari ibu-ibu yang disanggul. Dan tata krama yang medhok khas Jawa Tengahan.


  • WHAT: Trip to Solo-Jogja
  • WHEN: Jumat, 13 Juni 2008|10:30
  • WHERE: SOLOJEBRES TRAIN STATION
  • WHY: Penasaran akan Kota Jogja
  • WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™
  • HOW:

Dijemput Inna di Solojebres. Memang ada acara nikah Kakaknya di Solo, tapi hari Sabtu sore. Wedew g’ bisa Jeung Inna, saya musti ketemu eblis-eblis CA. Pengen ke rumah dia dulu buat ngambil motor Vespa sebagai transportasi ke Jogja. Yah sekalian ketemu ayah-bunda Inna.
WHAT???
Vespa?? :shock:
Angki tanya g’ ada motor lagi?? Dia bilang g’ ada selain Vespa. Angki bilang aja, Kalo vespa mogok, ituh mah musibah. Angki urungkan niat ke rumah Inna. Akhirnya diputuskan naek KRD bisnis senilai Rp. 7000,-. Dalam benak Angki KRD itu adalah kereta sapi, kerta jorok of the world. Tapi KRD SoloJebres-Tugu Jogja ini mirip Komuter Surabaya-Sidoarjo. Dan KRD ini masih cenggih. Cenggihnya kenapa?? setiap berhenti di stasiun antara Solojebres-Tugu Jogja pintu KRD akan membuka-menutup secara otomatis. Beda jauh ama Komuter Surabaya-Sidoarjo. *mental ke plafon stasiun*

KRD Bisnis ini sangat nyaman, tidak ada pedagangan asongan yang berebut naek kereta menjajakan makanan, minuman, mainan seperti Komuter SuSi. Saking nyamannya, sempat terpikir, “Nih kereta bisa buat maen futsal”. Yang ada pedagang “resmi” dari PT.KAI. Sambil nawarin: “Es Teh a Wi? atau “Halow Bwos, Pesan rai apa pedhal, kalo pedhal sini saya pancal”.


  • WHAT: Trip to Solo-Jogja
  • WHEN: Jumat, 13 Juni 2008|13:30
  • WHERE: TUGU JOGJA TRAIN STATION, MALIOBORO, 0 KM, TAMAN BUDAYA JOGJA, ALOON-ALOON KERATON, BANTENG VREDEBURG [lewat doank]
  • WHY: Penasaran [masih] akan Kota Jogja
  • WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™
  • HOW:

Melewatkan solat Jum’at, maka solat Dhuhur di musholla di stasiun Tugu. Sekalian ganti baju dengan kaos kebanggaan :mrgreen: . Lalu telepon Anto untuk kasih kabar dan bertanya soal penginapan. Dan mendapat jawaban nanti sore bisa menemani bersama anak CahAndong lainnya. OK deehh…!!

Dan kedatangan Angki ini tepat sekali. Karena bertepatan dengan Festival Kesenian Yogyakarta 2008. Acara ini berlangsung selama sebulan. Beda jauh dengan Festival Seni Surabaya yang hanya 15 hari :roll: .

Suasana Jogja ketika FKY emang rame (atau selalu rame kalee). Ya iyalah masak ya iya donk Ki’, kan lagi liburan sekolah. Hehehehehehe eh iya , lagi liburan yah. Udah lupa tuh kalo udah g’ sekolah :mrgreen: . Dan dari info tukang kaceb, bahwa bulan Juni-Juli, Yogya banyak didatangi turis asing dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Keliling Malioboro, Keraton Jogja, Kantor Gubernur, Monumen Serangan Umum 1 Maret (Benteng Vrederburg), Kantor Pos, Bank Indonesia, serasa ada di jaman Jadul. Bangunan-bangunan dengan arsitekstur Belanda masih terawat baik. Beda ama Surabaya yang restorasi bangunan lamanya setengah hati [IMHO].

Sesampainya Alun-Alun Keraton, mendung menggantung kota Jogja. Aroma prahujan udah kecium setelah sembayang Ashar di masjid Gedhe. Dan emang bener, baru nyebrang ke Aloon-Aloon Keraton werrrrr, ujan euyy..!!!

Setelah ujan tak lagi membasahi Jogja, perjalanan dilanjutkan ke pusat Bakpia Pathuk Jl. Emakmu Kiper (mav lupa). Sempat bingung, antara bakpia pathuk 75 dengan bakpia pathuk 25 enak mana yah?? Akhirnya beli aja dua duanya.   :mrgreen:


  • WHAT: Trip to Solo-Jogja
  • WHEN: Jumat 13 Juni 2008|18:30
  • WHERE: ANGKINGAN eh ANGKRINGAN TUGU
  • WHY: Penasaran Udah g’ Penasaran Kota Jogja
  • WHO: Raden Mas Angki Bukaningrat ™, Antobilang, EkoWanz, Gunawan Rudy.
  • HOW: Dijemput oleh Anto dengan Yamahmud YaNovi (diplesetin biar g’ makin ngetop si Komeng). Kata Anto Anto bilang, angkringan tugu ini pernah ditutup, dan sekarang buka lagi. Kan ada Angki *halah*. Penasaran akan Kopi Joss yang cara sajinya “aneh”. Kopi item yang ketika akan dihidangkan dicemplungin arang yang masih menyala merah :shock: .Ow My Dog..!! ™ . Masih teuetep Kopi lah (terlalu manis), tapi rasa kopi itu ada rasa hangusnya. Ya iya lah. Beberapa saat kemudian, datanglah Ekowanz dan Gunawan Rudi. Ditemani cemilan dan Sales Promotion Girl Rokok Ameriki, menjajakan diri dagangannya. Dan kesempatan ini tidak dilewatkan sedikitpun untuk mendapatkan skrinsur tomat segar SPG ini.   :lol:

-bersambung-