Merah darahku
Putih tulangku
bersatu dalam semangatmu
Kebyar-Kebyar
Pelangi kita..!!!
Persebaya
Emakmu Kiper
Emakku Striker
Bal-Balan nang Tambaksari
Kombor-Kombor
Celonoku Kombooooorrrrr…..!!!!
Jimmy, Astri, Angki, Gita, Dita, Fahmi, Anton, Rudy, Dena, Salim, Atas dan Gina. Ke-duabelas manusia yang Angki sebutkan tadi tergabung dalam Komunitas mailing List Wisata Surabaya. Mereka memiliki background pekerjaan yang beragam. Ada dokter, dosen, pengusaha, wartawan, tukang gacor, pemulung, karyawan swasta, desainer dan (mungkin) pengangguran. Angki masuk yang mana???? Ada deh.
MAU
TAHU
AJA..!!!
Kopi darat “Napak Tilas Hari PAhlawan (NTHP)” Wisata Surabaya kali ini merupakan acara yang kedua setelah kopi darat pertama mengelilingi Surabaya dengan tema “Keliling Surabaya Lawas”. Dalam acara NTHP ada 5 (lima) tujuan yaitu Gereja Katolik Santa Perawan Maria, Tugu Pahlawan, Arca Joko Dolog, Balai Pemuda, Soto dan Gado-Gado Dapur Umum, dan terakhir Ice Cream Zangrandi.
10.30 WIB
Arca Joko Dolog
Jl. Taman Apsari Surabaya
Arca Joko Dolog tidak ada hubungannya dengan Badan Urusan Logistik alias BULOG atau Log On di Multiply, FS dan My Space dsb. Arca Joko Dolog merupakan patung Budha yang ada pada jaman kerajaan Singosari terakhir abad ke-12 yang dipimpin oleh Raja Kertanegara. Menurut penjelasan Bapak Sugiyanto Hadinegoro Mangkubumi Mangkuanak Mang gue pikirin yang memandu kami di sini, nama Joko itu seharusnya JOGO (jaga) dan Dolog itu berarti Kayu. Kenapa bernama Jogo Dolog?? Karena patung Budha ini ditemukan pada tehun 1812 dalam keadaan tertimbun tanah yang disekitarnya penuh kayu. Nah biar tidak bingung dengan ihwal penemuan arca-arca yang lain disekitar Candi Trowulan sono, maka nama Jogo Dolog dipilih. Kalo menurut Angki sih seharusna Jogo Patung, wong kayu yang menjaga patung, bukan patung jogo kayu. Kemudian Pak Sugiyanto memberikan penjelasan untuk melihat situs peninggalan yang lengkap dari kerajaan Singosari ya di Trowulan itu. Kalo situs Angki di angki17fm.blogspot.com terus situs Fahmi di mimimama.blogspot.com, situs Mesopolitan di dengkulmuanjlok.blogspot.com juga di emakmukiper.wordpress.com.
Joko Dolog ditemukan Belanda pada 1812, patung ini rencananya mo dibawa ke Netherland sono lewat Tanjung Perak. Nah entahlah mungkin ada dukun di Singosari atau di Surabaya, yang menjampi-jampi arca Joko Dolog sampai tidak jadi dibawa ke Belanda. Arca Joko Dolog ini sebelum menempati apartemen di Taman Apsari, bersemayam di SMA Trimurti berdiri. Pantes arek-arek Trimurti ayu-ayu (Hubungane opo Ki’??). Nah kapan Joko DOlog pindah ke Taman Apsari Angki mah lupa ga nyatet kapan, ada yang tahu g’???
Arca Joko Dolog sampai sekarang masih dipakai untuk sembahyang bagi orang-orang Kejawen, entah itu Islam, Kritsten, juga Budha. Ritual itu biasanya dilakukan pada malam Jum’at Legi dengan sesajen, kembang, kemenyan, dupa dan tumpeng khas sesajen lah, mosok khas Emakmu Kiper, disajeni ball la’an. Seperti di film-film, sesajen itu nantinya dimakan oleh pengemis dan orang kelaparan lewat Taman Apsari yang lagi bokek beli nasi goreng.
Joko Dolog yang Angki kunjungi sudah mengalami renovasi kurang lebih dua kali. Pada tahun 1957 Arca Joko Dolog diberi “alas duduk” berupa batu. Jadi sebelum tahun 1957, Arca Joko Dolog bersila di tanah tanpa alas. Lalu pada tahun 1998 dibangunlah joglo atau atap untuk menlindungi “pertapaan” Joko Dolog. Disekeliling tubuh Joko Dolog, terdapat ornamen-ornamen tulisan Sanskerta. Barangkali artinya, “barangsiapamenirudengansengajatautidakuntukkepentingankomersialatausosialtanpaijin
daripemilikmakamendapatmisuhberupaembokneancukemakmukancutansenggegermumlocot
matamupicekasu”.
Layout Joko Dolog bisa dikatakan seperti singgasana Raja. Untuk “menemui” Joko Dolog kita menepak jalan yang kanan kirinya ada patung-patung kecil yang Angki diibaratkan menteri atau ajudan. Lalu untuk naik ke singgasana ada patung Redjo Pentung yang diibaratkan seperti pengawal pribadi Raja. Pada bagian pojok joglo Joko Dolog ada batu yang bernama Lingga Yoni, kayak Ying-Yang gitu deh. Lingga Yoni merupakan perlambangan laki-laki dan perempuan. Yang berarti awal perwujudan manusia (kawin-red)
Gambar ini diambil oleh Fahmi. Bukannya Angki narsis atau apa, tapi Angki sedikit aneh bin takjub. arca dan patung di sini kan peniggalan abad ke-12, nah Angki meilhat ada timba dari plastik, juga sumur yang ditutup seng. (Wah kalo seng itu mah sempaknya si Fahmi,pantes pesing…!!! )Plastik kan belum ada di abad ke-12, apalagi pompa air, Air Loyo?? PAke Sanyo. Sanyo Emakmu.!! Jadi ketika Angki mengunjungi Arca Joko Dolog ini jadi “kehilangan” aura sejarah. Padahal tempat itu angker look lah, ada pohon beringin yang berusia 200 tahun lebih, terus tempat bakar dupa dan menyan. Hiiii kalo malem gimana yaw??
Catatan untuk Arca Joko Dolog:
- Tulisan atau penunjuk Arca Jogo Dolog sudah mengelupas, sehingga mengurangi “keindahan” tempat ini. Berapa duit sih harga cat??? Apa perlu Angki bangun pabrik cat di sana??
- Warung dan orang jualan di depan Arca Joko Dolog, membuat area Arca jadi kotor dan kehilangan “soul” sebagai cagar budaya. Apalagi Fahmi jemur sempak sengnya disana.
- Patung-patung kecil yang Angki ibaratkan sebagai ajudan Joko Dolog myaoritas tanpa kepala. Apa ajudan itu berkhianat ke Joko Dolog, ampe kepala mereka dipenggal???
11.11 WIB
Balai Pemuda Surabaya
Jl. Pemuda Surabaya
Penjelasan dari Cak Indra Saweran tentang Balai Pemuda bener-bener bikin Angki takjub. Bangunan ini tidak mengalami perubahan bentuk sejak 1907, waktu pertama kali Balai Pemuda ini berdiri. Ketika WS Comm kesana memang sedang ada persiapan memeperingati 100 tahun Balai Pemuda Surabaya. Angki naksir kaosnya lagi, dan kecewa banget ketika bertanya bahwa kaos itu hanya untuk panitia. DAMN..!!!
Balai Pemuda atau dahulu bernama Simpangsche Societeit. Artinya bukan perkumpulan para monyet apalagi perkumpulan emak-emak berkancut seng. Balai PEmuda merupakan tempat dugem, dansa dan pertemuan para tuan dan meneer dahulu. Balai Pemuda memilki 3 hall yaitu hall utama yang merupakan hall terbesar diantara hall yang kedua dan ketiga. Hall utama ini sekarang sering dipakai untuk pentas band, pameran, pertunjukan tari, perkawinan dan lainnya. Pada jaman penjajahan dulu, tempat ini adalah tempat dansa yang cukup besar (waktu itu). Hall kedua juga merupakan tempat dansa tapi tempatnya lebih kecil dari hall utama. Lalu kami menuju hall ketiga, tempat jedang-jedung orang jadul. Masuk kesini, Angki jadi inget video klip DEWA 19 yang Kamulah Satu-Satunya. Nah ada balkon yang merupakan tempat band bermain, mirip tempat DJ di diskotik jaman sekarang. Ketika Angki pengen naik ke balkon band itu, tiba-tiba “Maaf sebelumnya bapak-bapak saudara sekalian, untuk kunjungan ke tempat ini, mohon dipersingkat, karena ini merupakan kantor. Silahkan memotret seperlunya saja dan segera meninggalkan kantor ini”.
JANGKRIK..!!! Bapak iku g’ ngerti tah?? Awak dewe lo gowo Jimmy. Jimmy itu tergabung di CoBra alias Cowok Berangasan Pak…!!! Ngawur sampeyan iku.
Ya sudah, kita pergi meninggalkan ruangan dengan hati dongkol bin masygul. Dari penjelasan Cak Indra, sebelum jadi gedung bioskop Mitra ini, dulu merupakan tempat penyimpanan Wine terbesar. Weeww WINE??? YUp Anggur gitu, ganti..!! NAh yang unik bin dahsyat itu ialah parking lot di depan Mitra itu. Kenapa eh Kenapa??? Karena eh Karena parking lot itu dulunya terbuat dari marmer. WHAT??? Marmer??? Iyaaa. Hedonis banget ya Belanda jaman dulu. Kalo sekarang pake marmer, yo ilang Rek. Makanya sekarang diganti bathukmu. LHO???? Bathukmu lak aspal seehh??? Di depan pintu masuk sebelah barat, ada prasasti yang sekarang terdapat kolam ikan. Nah prasasti di bawah ini ada pengumuman pada jaman dulu bahwa PRIBUMI dan ANJING DILARANG MASUK!!! DIAMPUT..!!! Wong Londo iku..!!!
Kami menuju dapur umum dari Balai Pemuda yang terletak di sebelah utara Masjid. Tempat itu sekarang menjadi Bengkel Muda Surabaya dan Akademi Seni Surabaya. Sayang banget “soulnya g’ dapet” di sini. Entah karena waktunya makan siang atau kita tersugesti sebuah “Dapur Umum”, kita semua kok kompak jadi lapar. Ada soto, gado-gado, es blewah, es jeruk, kerupuk. Pinter juga ibu-ibu yang mengambil histori dapur umum ini.
SEJARAH SINGKAT BALAI PEMUDA SURABAYA (Sumber: Departemen Pariwisata Surabaya)
1907 – 1945 (De Simpangsche Societeit)
Milik suatu perkumpulan orang-orang Belanda bernama “De Simpangsche Societeit”. Pusat tempat rekreasi orang-orang Belanda untuk pesta ria, dansa, juga sebagai tempat Bolling, dsb.
1945 (De Simpangsche Societeit)
Gedung ini kemudian dikuasai oleh Arek-arek Suroboyo yang tergabung dalam Pemuda Republik Indonesia (PRI),sekaligus merupakan MARKAS PEMUDA Arek-arek Suroboyo. Dengan perlawanan yang sengit dari tentara Belanda,maka Arek-arek suroboyo mundur dan akhirnya gedung ini dikuasai oleh tentara Belanda.
1950 (De Simpangsche Societeit)
Pada saat Indonesia sudah merdeka, Arek-arek suroboyo masuk ke kota dan Gedung ini dikuasai oleh Penguasa Militer Propinsi Jawa Timur dan sebagai pelaksana Penguasa Militer adalah KMKB Surabaya.
1957 (De Simpangsche Societeit)
Dalam rangka pembebasan Irian Barat, Gedung dan seluruh inventarisnya oleh Penguasa Militer Propinsi Jawa Timur di serah terimakan kepada Ketua Dewan Pemerintah Daerah Kota Praja Surabaya. Bertindak sebagai Penguasa Militer Daerah Propinsi Jawa Timur adalah Panglima Tentara Teritorium V/Brawijaya selaku Penguasa Militer atas Daerah Propinsi Jawa Timur no: KKM. 1223 / 12 / 1957 tanggal 10 Desember 1957.
1957 (De Simpangsche Societeit)
Pada tanggal 12 Desember 1957 di serah terimakan, selaku Komandan KKMB Surabaya Bapak Letkol. SOERIJOTO NRP: 13683 kepada Bapak R. ISTIDJAB Ketua Dewan Pemerintah Daerah Kota Praja Surabaya
1957 (Balai Pertemuan Umum/ Balai Pemuda)
Pemerintah Daerah akan mengusahakan EKSPLOITASI nya sebagai Balai Pertemuan Umum dengan nama BALAI PEMUDA.Sesuai dengan fungsinya sebagai pertemuan umum, Balai Pemuda digunakan untuk kegiatan-kegiatan pertemuan, pesta, rapat,dsb kepada pihak yang ingin menggunakannya.
1965 (Balai Pemuda)
Tak kalah pentingnya, BALAI PEMUDA juga menampung kegiatan para pemuda juga dipergunakan sebagai sekretariat sekaligus markas FRONT PEMUDA. Pada awal ORDE BARU dipergunakan sebagai markas KAMI & KAPPI dalam menumpas G 30 S / PKI.
1971 – 1972 (Balai Pemuda)
Gedung sebelah timur mengalami kerusakan. Oleh Walikotamadya Surabaya R.SOEKOTJO diambillah kebijakan untuk merubah gedung ini dan selesai awal tahun 1972 terwujudlah gedung BALAI PEMUDA MITRA.
1974 (Balai Pemuda)
Dipergunakan sebagai sekretariat Federasi Pemuda Indonesia dan KNPI dengan segala Kegiatannya.
1979-1980 (Balai Pemuda)
Diadakan pemugaran gedung sebelah barat dan selesai tahun 1980, tidak terjadi perubahan bentuk gedung sehingga nilai sejarahnya masih terlihat seperti aslinya.
1980 (Balai Pemuda)
Gedung yang terletak strategis di jantung kota ini berdiri dengan megah yang didalamnya ada riwayat sejarah Arek-arek Suroboyo. Berkiprahnya para pemuda yang menggunakan gedung ini untuk kegiatan-kegiatan social. Juga digunakan sebagai pusat kegiatan apresiasi seni dan budaya seniman/seniwati Surabaya.1980 – sekarang (Balai Pemuda/DKS & PPKS/BMS)
Disebelah utara diberikan tempat untuk Dewan Kesenian Surabaya oleh Walikotamadya. Sebagai Pusat Pagelaran Kesenian Surabaya (PPKS). Termasuk pusat pembinaan seniman/seniwati muda yang tergabung dalam Bengkel Muda Surabaya (BMS) dan Akademi Seni rupa Surabaya (AKSERA). Karena Balai Pemuda merupakan salah satu Dinas penghasil PAD,maka kegiatan pokok dari gedung balai pemuda adalah dengan cara menyewakan gedung kepada masayarakat dengan berbagai tujuan, antara lain untuk : Resepsi Pernikahan, Seminar, Pameran, Audisi Seni, Pagelaran Musik dll.
12.45 WIB
Ice Cream Zangrandi
Jl. Yos Sudarso Surabaya
Udah kenyang abis makan di dapur umum dan menjurus ke ngantuk, kami menyeberang ke Ice Cream Zangrandi. Asyiiikkk..!!! ICE CREAM…!!!!! Kayaknya tempat perempatan di Jl. Pemuda ini pada jaman dulu seperti SuperBLok jaman sekarang. Penjelasan dari Cak Indra di Balai Pemuda tadi memperkuat analisa Angki. Hotel Garden Palace yang sekarang berdiri, dulu merupakan Taman KOta di Surabaya. Jadi begini, misal Angki adalah tuan Belanda yang sedang jatuh cinta pada Ning Dena putri asli Surabaya. Biasalah pacaran selepas Maghrib, ngajak Dena ke taman, mojok, klamut-klamut dsb-dsb dll. Setelah capek berjalan-jalan, Angki dan Dena haus dunk, lapar pasti. Mampir deh ke Zangrandi. Sambil bercengkrama sambil menikmati Macedonia, Noodle Ice Cream, Avocado Branjang (lupa), Orange Dengkulmu. Setelah itu, menyaberang ke De Simpangsche Societeit (Balai Pemuda) sambil berdansa diiringi Jikustik, Nidji, VOX, Zekke and The Popo. Tak lupa sebotol Wine tahun 1681, wuiihhh manteb..!!! Teler dunk..!! Dena teler..!!! Panggil taksi untuk menuju Hotel Orange ……………………………………………….
…………………………………………………………
…………………..
Ice Cream Zangrandi sudah ada sejak tahun 1930. Tempatnya tidak berubah sejak awal berdirinya. Kursi rotan yang asoy geboy buat bersandar menambah kesan “old skuul” tempat ini. Jadi orang Kuno Jack.




JANCOK.. Cangkemu TAEK..!!!
Pingback: Journey To The Past - Soerabia [2-habis] « Raden Mas Angki Bukaningrat ™
Pingback: Wisata Imlek [Full Version] « Raden Mas Angki Bukaningrat
sayangnya kita nggak bisa liat itu gudang anggur bawah tanah, di bawahnya mitra ya.
pas jalan2 edisi 1 kemaren kita sempat masuk ruang bawah tanah di gedung PTPN, yg sekarang dijadikan gudang arsip, tanpa pancahayaan memadai.
mungkin jalan2 berikutnya kita boleh coba masuk ruang bawah tanah di TP, parkiran mobil rek… hehe
tukang gacor????????
KIPERRRRRR!!!!