12 September 2007 dataran Sumatera digoncang gempa tepatnya di lautan Bengkulu.
Selama seminggu sejak gempa pertama di Bengkulu tersebut telah terjadi puluhan gempa yang menyerang Padang, Riau, Bengkulu dan sekitarnya.
Baik gempa berkekuatan besar atau kecil. Bantuan datang tanpa henti membantu masyarakat yang mengalami bencana walau ada yang belum tersentuh seperti daerah Mentawai.
Kejadian ironis terjadi di daerah Padang yang membuang beras ke jalanan dengan alasan bahwa jumlah bantuan yang diterima di tempat penampungan itu kurang.
Mereka sungguh BIADAB..!!! Bukan berterima kasih dengan datangnya bantuan makanan tersebut, malah dibuang-buang.
TERKUTUK…!!!!
Hal inilah yang menjadi kenapa Malaysia suka maen pukul terhadap TKI. LHO KOK??? Malah kesitu Ki’?
Ya Iya lah…!!! Kenapa eh Kenapa Karena eh karena Malaysia dan Sumatera kan serumpun.
Dialek, busana, tabiat kurang lebih sama antara sebuah negara dengan sebuah pulau di dalam negara (Malaysia vs Sumatera (Indonesia)) Coba kita ingat lagi kejadian kekerasan yang menimpa TKI, kebanyakan berasal dari tanah Jawa (luar Sumatera).
Apakah ada TKI (ada kali tapi sedikit) yang berasal dari Sumatera babak belur dihajar majikan atau Polisi Diraja dari Malaysia??
Angki g’ pernah denger tuh ada TKI asal Sumatera yang penyok.
Yang ada Sumiati, Ngatinem, Nunung, Ceriyati, Madiyaningsih dan terakhir Donald Pieter wasit Karate dan sebagainya yang bodynya minta diketok magic.
Mereka kan bernama khas Jawa. Emang ada Sumiati Sitompul atau Ngatinem Pakpahan atau Madiyaningsih Tampubolon,jadi aneh kan namanya???
Padang, Bengkulu, Batak dan suku di Sumatera sana emang Melayu abis.
Pernah denger istilah You Are What You Eat.
Masakan Padang, Batak, Aceh dan daerah di Sumatera sana emang sungguh nikmat dan berlemak.
Gulai ikan, Rendang, Limpa, Usus dan makanan berlemak nan nikmat emang berasal dari Sumatera.
Jadi ketika bantuan datang hanya mie instan dan beras, mereka merasa dilecehkan.
Wajar aja kalo mereka emosi ketika diberi bantuan tapi kurang.
YA G’ WAJAR DUNK KI’! KURANG AJAR iya..!!!
Mungkin itulah kenapa gempa masih bergoncang sampe sekarang secara acak dan unpredictible .
Korban yang kurang bersyukur seperti itu dikasih ujian yang berat bin dahsyat dari Sang Pencipta. Angki g’ mau nyalahkan siapa-siapa soal bencana yang menimpa manusia di Indonesia.
Mo nyalahin Tuhan?? G’ mungkin lah.
Nyalahin Pemerintah soal keterlambatan dan kekurangan bantuan? May Be Yes May Be No
Seharusnya disaat seperti inilah manusia harus instropeksi diri, apalagi saat ini adalah bulan Ramadhan. Bulan penuh obral pahala dan ampunan. Tapi apa diantara mereka yang membuang beras di Sumatera beragama Islam?? Entahlah…!!!
Sekarang kita lihat perkembangan Lumpur Lapindo!!! Udah setahun lebih lumpur menggenangi Porong Sidoarjo. Kalo kita percaya akan prediksi ahli geologi dari Jepun, bahwa lumpur Porong akan berhenti menyembur setelah 30 tahun. WHAT…!!!!
Berarti kurang 29 tahun lagi dunk???
Tidak ada tanda-tanda lumpur akan berhenti. Waktu Angki lewat Porong kemarin dari Jember, asap yang menyembur dari pusat semburan sungguh mengerikan, membumbung tinggi, tinggi banget dah pokoknya.
9000 lebih kepala keluarga kehilangan rumah tinggal. Kita asumsikan tiap kepala keluarga memiliki 2 anak. Jadi 9000 * 2 = 18000 orang kehilangan rumah.
Ingat itu hanya asumsi tiap kepala keluarga memiliki 2 anak. Kedungbendo, Siring, Perum TAS 1, tinggal kenangan.
Kenapa Angki bandingkan bencana lumpur Lapindo dengan gempa Sumatera??
Gempa hanya merubuhkan rumah dan bangunan.
Rusak terus dibangun lagi bisa??? IYA KAN??
Apakah merusak tanah yang menyokong rumah ambruk tersebut?? TIDAK KAN?????
Tanah atau lahan di Sumatera yang digoncang gempa mungkin pecah secara fisik. Tapi masih bisa untuk dijadikan lahan bercocok tanam kan??? IYA KAN???
Lumpur Lapindo tidak hanya menghilangkan rumah. Tanah yang dulu berwajah sawah untuk bercocok tanam telah terendam. Musnah menjadi lautan lumpur.
Jika lumpur Lapindo bisa berhenti sekarang,apakah bisa tanah yang terendam lumpur tersebut ditanami kembali? TIDAK KAN????
Tanah bekas sawah tersebut harus dikeruk lagi lumpurnya. Kalopun lumpur bisa dikeruk abis, hingga tanah atau lahan sawah itu “nampak”, Apakah struktur tanah bisa untuk tanaman??? TIDAK KAN????
Waktu Angki lihat tayangan News dot com yang berlokasi di Porong, sungguh memprihatinkan kondisi para korban lumpur yang bertahan di Pasar Baru Porong.
Mereka tinggal tunggu waktu untuk menjadi penghuni Rumah Sakit Jiwa Menur.
Stress setiap saat, Emosi tak terbendung, Impian yang musnah.
Ahhh entahlah..!!!
Angki kehilangan kata-kata. Sedari dulu Pemerintah Indonesia menyalahkan Lapindo yang harus bertanggung jawab.
Okelah bencana ini Lapindo yang bertanggung jawab, tapi keberpihakan pemerintah kepada korban bencana Lumpur mana??
Kalo menurut Angki, urusan rumah dan tanah beserta insfrastruktur yang terkena lumpur, Lapindolah yang harus bertanggung jawab.
Nah seharusnya Pemerintah yang harus menanggung keperluan sandang, pangan dan papan (sementara)para korban lumpur selama pengungsian. Ingat…!!! SBY dan JK (Bukan Si Butet Yogya ama Jarwo Kwat) dipilih langsung oleh rakyat. Angki geram waktu Sri Mulyani mengatakan TIDAK ADA ANGGARAN UNTUK BENCANA LUMPUR LAPINDO. WHAT…!!!

Kenapa kalo untuk keperluan KunKer (kunjungan kerja) ke luar negeri selalu ada??? JxxxUK…!!!!
Filed under: Opinion














Gosh … cuma bisa menghela nafas deh…
assalamualaikum,,,
hai salam kenal,lengkap banget dech isinya.
wasSalamualaikum
eh,…gan lu pasti orang jawa tulen yach????????????????
cuma ngingetin nech,..jangan mandang cuma dari salah satu sudut dunks,…ane sebagai orang sumatera kesinggung,…jangan mancing SARA dunks,…kalo mao liat perbandingan seperti yang anda katakan panjang lebar diatas sebenernya ane lebih banyak cerita tentang bobroknya hati orang-orang di pulau JAWA itu,…. yach cuma satu aja yach ane kasih contoh pembangunan di pulau jawa itu bisa dibilang hampir 80% mengambil dari SDA dari pulau-pulau luar jawa baru semenjak megawati merdekakan daerah-daerah dengan judul otonomi,… kita orang di luar pulau jawa bisa merasakan apa yang disebut orang berakhiran huruf O itu “pembangunan” kalo ga puas gimana kalo pulau JAWA buat negara sendiri ajah,..tentu pasti sulit mau makan,… UBI ajah dah ga tumbuh disana,…jadi jangan nyalahin orang-orangnya dan RASnya dunks coba liat dari sektor ilmu geografis, arkeologi, geologi, dll jangan cuma bisa nyalahin tuhan ajah,…wah ente kalo tak laporin ke pemerintah bisa ditangkep ente,..karena memancing perbedaan SARA,…buat orang-orang di luar pulau jawa jangan terpancing artikel ini,..karena takutnya akan terjadi perang dua selat nech,….wah parah lu GAN.,,,jangan dibuat lagi yach,..mending hapus dech nich artikel,….!!!!!!!!!!!!! (PERINGATAN KERAS NECH!!!!!!!!!!!!!!!)