Gasoline (Audioslave – 2002) part-2

HII.!.!! Ketemu lagi di Gasoline – part2


……………….Ada harga di bagian depan SPBU tadi, jadi harga Premium, Pertamax dan Solar tertera di depan SPBU tadi. Jadi pengendara di luar negeri bisa pilih SPBU favoritnya.
Ada SHELL, Pennzoil, Agip endbre endbre endbre
NAh di Indonesia kan Pertamina monopoli, jadi harga di Sabang sama dengan harga di Wamena.
Nah dari cerita sang Dosen tadi Pertamina bisa Angki pastikan ketakutan..!!

Upaya Pertamina “Melokalosasi SPBU” sudah aneh bin ajaib mengarah ke Rakus..!!
Angki ambil contoh di Surabaya tepatnya di Jl. Biliton berdiri SPBU, jika kita jalan kaki kemudian belok kiri ke Jl. Sulawesi..!! menuju Jl. Kertajaya
Haiya..!!! tadi ada SPBU, kok udah ada lagi a… !! jalaknya cuma dua latus metel a.. Haiya
(kebetulan Angki mbonceng orang Cina
.

dalam mimpi
)

Kalo mbonceng orang Cina emang mimpi,
Gitu…!! Ganti..!!!

tapi SPBU di Jl.Biliton dan SPBU ke Jl. Kertajaya itu bener..!!
Dan jarak 200 m itu Angki lihat di odometer motor si Didik.
Angki perhatikan angka yang berputar dari awal SPBU Biliton ada diangka 5 kamudian sampe di awal SPBU ke arah Jl. Kertajaya telah menunjuk di angka 7.
It’s mean 7-5=2.
2*100=200
200 meter..!!

Ketakutan yang berlebihan…!!
Ditambah kualitas Premium yang
aduhai…!!! aduh bobroknya..!!!

Kalian tahu nggak istilah “KENCING” bagi truk pengangkut bahan bakar Pertamina (khusunya Premium).
Itu adalah kejadian truk pengangkut Pertamina tadi berhenti di tempat yang telah ditentukan.
Kencing kan berarti mengeluarkan.
Nah Premium tadi dikeluarkan sesuai dengan perjanjian.
“Perjanjian” ini melibatkan operator di depo Pertamina, supir truk dan “costumer”.

Begini ceritanya:


Deni adalah operator di depo Pertamina
Deni memiliki keluarga seorang istri dan 3 anak Deni dan keluarganya hidup berkecukupan. Kalo pagi ini dirasa cukup makan tempe, maka entar siang atau besok paginya cukup lagi duu..eh makan Pizza atau Burger. (nggak nyambung banget).

Deni adalah lulusan SMP (Sekolah Masuk Petang).
Begitu lulus SMP pada tahun 1997 Angki bekerja di depo Pertamina Jogja .
Dan itu berarti telah 10 tahun Angki mengabdi di depo Pertamina.

Deni bekerja di Pertamina pada shift pagi ampe sore.
Tugas Deni mah gampang-gampang aja, hanya memasukkan minyak dari penyulang ke truk tangki untuk kemudian truk tangki tadi mendistribusikan ke SPBu-SPBU yang terdaftar pada depo Pertamina dimana tempat Angki bekerja.

Deni memiliki saudara perempuan (sebutlah namanya RIZKA AMALIA binti SANUSI) di Muntilan dan dia memiliki pabrik Textil dengan nama PT. RIZKATEX untuk bahan baku jilbab.
Dalam sehari PT.RIZKATEX membutuhkan 150 liter solar untuk proses produksi pabrik textilnya. Ketika harga BBM khusus industri telah dicabut subsidinya oleh Pemerintah, maka kebutuhan BBM PT. RIZKATex untuk pabriknya semakin besar, dan pemasukan dari proses produksi pabrik textil-nya tetap. Sehingga laba yang dihasilkan PT. RIZKATex semakin lama semakin berkurang.

Rizka menghubungi Deni sambil menangis bahwa bisnis textilnya terancam bangkrut.
Ditanya kenapa oleh Deni

Dijawab sebab oleh Rizka

Seketika itu pula Deni prihatin sekaligus tertawa.
Seketika itu pula Rizka makin sedih sekaligus aneh.

Kenapa eh kenapa

Ternyata eh ternyata
Deni menyanggupi membantu Rizka menyediakan BBM bagi pabriknya
dan Rizka menyanggupi persyaratan apapun untuk BBM demi kelangsungan pabriknya.

Deni bekerja seperti biasa di depo pada pagi harinya. Jika satu truk tangki biasanya Angki mengisi 20.000 liter/truk tangki, maka mulai hari ini dan seterusnya Deni mengisi truk tangki BBM sebanyak 20.100 liter. Deni berkata kepada sang supir (sebutlah namanya Rifqi) agar 100 liter dalam truk tangki ini di berikan ke PT. RIZKATex. Dan Deni memberikan tip kepada Rifqi.

Sesampainya di PT. RIZKATex, truk tangki Rifqi tadi langsung menuju bagian mesin pabrik PT. RIZKATex. Rizka sebagai owner pabrik sueneng banget donkz.
Karena harga solar lewat Deni lebih murah bila dibangdingkan dengan harga BBM untuk industri.
Dan Rizka cukup membeli 50 liter soler saja ke Pertamina.

Setelah selesai mengisi 100 liter ke PT. RIZKATex, truk Rifqi menuju SPBU yang telah menunggu. Dan tentunya Rifqi telah mendapat tip dari Rizka.

Kejadian ini berlangsung terus menerus selama 4 tahun lamanya. Pada tahun 2002 atau tepatnya tahun ke 5 Deni bekerja, pihak direksi PT Pertamina Pusat mengganti semua sistem penyulang yang akan diditribusikan ke SPBU via truk Tangki.

Sistem baru itu adalah banyak minyak yang akan dimasukkan tidak bisa diubah oleh operator. Jadi jika pengaturan pada penyulang sebanyak 20.000 liter/truk tangki, maka 20.000 liter itulah yang akan mengisi truk tangki.
Tidak Kurang

Tidak Lebih
Tugas operator hanya membuka keran penyulang yang akan mengisi truk tangki yang akan menditribusikan BBM.

Hal ini sempat membuat pusing Deni.

Akhirnya dapatlah ide untuk mengakali pembatasan BBM tadi.
Setelah truk Rifqi menyetor 100 liter ke PT. RIZKATex, truk Rifqi tidak langsung menuju SPBU tujuan, tapi masih mampir ke agen minyak tanah dan membeli 100 liter minyak tanah untuk dicampur ke truk tangki Rifqi.

WHAT..!!!!

Pantes kualitas BBM Pertamina Aduhai…..!!!! SHIT..!!!
Tahun 2005 kembali PT Pertamina Pusat mengadakan revolusi pendistribusian BBM. Setelah penyulang kemarin dirombak, saat ini penyulang telah diupgrade tanpa operator. Begitupun truk Rifqi sudah tidak dipakai lagi.

Sebagai gantinya truk baru (sebutlah supirnya dengan Ainur) berbahan alumunium dipakai untuk menggantikan truk Rifqi yang suka “Kencing” sembarangan. Dan truk Ainur ini (sekaligus) memiliki kelebihan kompatible dengan penyulang baru tadi.
Tidak perlu operator

Tidak perlu buka tutup keran penyulang

Cukup si sopir Ainur dapat melakukannya sendiri dengan cara masuk ke garasi pengisian, kemudian naik keatas tangki dan membukanya menggunakan kartu dengan cara menggesekkan kartu magnetik ke penutup tangki, setelah terbuka, Ainur kembali menggunakan kartunya untuk mengisi truknya dengan BBM dengan cara menggesekkan kartu magnetik ke penyulang.

Dan
CUR…!!!!
Mengalirlah BBM ke truk tangki Ainur sesuai dengan jenis kartunya.

Deni kemana???

PT. Pertamina mempensiunkan operator semacam Deni..!!

………………..To be Continue

C
A
P
E
K

.
.
.
.
!!!

D
DE
DEH
DEH.
DEH..!!

My Band (D12 ft Eminem – 2004)

Dalam tiga tahun di PENS, Angki and Pikachu Band udah tampil 4 kali di kampus.
Yudisium IT 2005. (Maaf g’ ada fotonya)
Techno Tyrant MUsic parade 2005.

Yudisium IT 2006.

KPP Maba 2006.

Nah 11 Mei besok Angki dan temen-temen yan tergabung dalam PIKACHU akan tampil (kalo lolos seleksi) kali ke-5 di acara:
BEM in ACTION.

Acara ini merupakan puncak kegiatan dari Kepengurusan BEM PENS 2006-2007.
G’ kerasa Angki harus lengser dari Kepengurusan BEM dan digantikan oleh mahasiswa angkatan 2005-2006.
Kayaknya baru kemarin menduduki jabatan Menteri dan besok udah harus menjadi mahasiswa biasa.
Regenerasi berlanjut.
Emang BEM punya moyang Loh?
CAPEK…. DEH..!!!

PIKACHU sempat bingung mo bawa lagu apa buat acara BEM in Action.
Pengen bawa lagu baru, tapi skill lagu baru payah.
Ungu? MAles
Samsons? Behh..!!
Nidji?Aduda..!!
Petelpan?Wadoh..!!
Apa donk apa??

Andra and the BackBone dengan Musnahnya?
Boleh tuh..!!
Tapi Angki langsung bilang ke PIKACHU 100% pasti udah dibawain ama band lain.
Dari awal PIKACHU terbentuk emang kita harus bawa lagu yang beda ma band lain.
Yang Groove,Funky, Ngebeat, dan skilled.
Kemudian Angki usul Andra and the BackBone yang lagu lain di album pertamanya.
Sial banget si Sidiq cuma punya Perih dari album itu.
Slow lagi..!!
CAPEK…. DEH..!!!

Akhirnya PIKACHu kasih PR buat personelnya untuk bertapa mencari lagu buat tampil.

……………………………………………………………………………………
…………………………………………………………….
……………………………………..
……………………
………

Two Days later
Shidiq usul Jengah dari PAS band.
Didik usul Crawling in The Dark dari Hoobastank
Robot usul Bagian yang hilang dari Funky KOpral
Angki usul Fortune Fadded dari RHCP.
Angga usul Seperti kekasihku dari Padi.
Dari ke-lima lagu itu Jengah, Crawling in The Dark, ma Fortune Faded adalah lagu yang belum dibawa ma personel PIKACHU sebelumnya.
Kalo Seperti Kekasihku dan Bagian yang hilang udah pernah Angki bawain waktu SMP ma SMA dulu, begitupun personel PIKACHU yang lain,kita tinggal mengompakkan doank kalo mo bawain kedua lagu itu.

Yang dahsyat tuh Jengah.
Sekali latihan kita udah 90% jadi.
G’ kayak lagu-lagu yang pernah PIKACHu bawain sebelumnya yang selalu berhenti ditengah-tengah.
Ini WERR..!!!
Dari intro ampe outro bebas hambatan.
Diulang ampe 3 kali akhirnya Jengah lolos seleksi untuk dibawain oleh PIKACHu sebagai lagu seleksi.

Dari ketiga lagu baru itu, Crawling di the Dark adalah lagu yang nyettingnya paling sulit.
Tempo dari bait ke bait selalu berubah.
Slow but sure on first then fast and furius on second back again and again.
Diperparah lagi guitar effct yang berbeda-beda dari studio satu ke studio lainnya.
Jadi nggak nemu efek yang pasti.
Maklum lah Shidiq g’ punya guitar effect.
CAPEK…. DEH..!!!

Tinggal memilih untuk lagu kedua.


Crawling in The Dark dari Hoobastank.
Bagian yang hilang dari Funky KOpral.
Fortune Fadded dari RHCP.
Seperti kekasihku dari Padi.

Dengan sangat terpaksa, Crawling in The Dark harus PIKACHU coret.
Tinggal Fortune Fadded.
KEnapa eh kenapa?
Karena eh karena
Ketika waktu kurang 10 menit pada latihan kedua ternyata kita bingung soal bagian reffren mo ke chorus.
Dan harus diulang. Ketika itu pula Robot bertanya chord apa ketika masuk bagian itu. Setelah mendapat jawaban dari Shidiq, Robot kembali semangat.
Times Up..!!!
CAPEK…. DEH..!!!


25April Techninal Meeting..!!!
PIKACHU dihadiri ma Didik. Kita dapat nomor undian 20 dari 25 peserta band.
Seleksi dimulai pada KAmis 26 April pukul 18.00 WIB di IGos Studio Jl. Semolowaru.

Yang nyampe pertama adalah Robot dan katanya masih sepi tralala…!!!
Kita berempat nyampe studio jam 19.05 WIB.
Dan ternyata studio udah penuh dengan para pemain band.
Band yang tampil ketika PIKACHu datang adalah band si Rendara anak Telkom dengan no urut 8.
Tweleve band remaining
CAPEK…. DEH..!!!

Setelah sampai band 19, kita semua pada kebelet kencing..!!
DAMN…!!!!
Kok g’ dari tadi sih..!!!!

Ternyata waktu kita mo cari toilet, band no. 19 udah bubar..!!!
CAPEK…. DEH..!!!

Seleksi kali ini lebih nyante dari pada seleksi Techno Tyrant kemarin.
Kenapa eh kanapa?
Karena eh Karena?
Di dalam studio suma ada 2 juri + Bondan dan Rizki.
Bandingkan ma TechnoTyrant, ada 4 juri + 3 Panitia.
G’ Bisa Bebas BerGerak!!!!

WE

ARE

PLAY

NOW

Setelah main??????
Angki salah pukul waktu mo reff.
Didik guitar yang diamainin kurang stemma Shidiq.
Robot salah betot ketika mo ending.
Shidiq Bingung.
Angga jadi ikut-ikutan bingung.

CAPEK…. DEH..!!!

DITUNGGU AJA PIKACHU LOLOS
pa NGGAK!!!