Ramalan Joyoboyo
Ada perbincangan menarik dengan Didik Yulianto perihal ramalan Jayabaya.
Jayabaya adalah Raja Kediri pada abad XII dengan nama lengap Sri Aji Joyoboyo.
Ramalan yang dikatakan Joyoboyo pada kitabnya “Jongko Joyoboyo” jaman duuluuuu banget itu sedikit demi sedikit menjadi kenyataan, dan kata si Didik bilang masih banyak lagi ramalan yang belum terbukti atau lebih tepatnya belum terjadi.
Yang Angki tahu ttg ramalan Joyoboyo ialah:
“Ada suatu masa dimana nantinya ada kuda doyan sambal”
Apa lagi ini maksudnya…???
Setelah diteliti dan dan dipahami maksud dari ramalan itu adalah tukang becak.
Kenapa eh kenapa?
Ternyata eh ternyata
Jaman dulu itu makhluk yang bekerja berat mengangkat barang dan mengantar manusia adalah kuda.
Kemudian seiring berjalannya waktu apalagi ditemukannya kendaraan bermotor, kuda tidak lagi efisien untuk beban sangat berat dan jauh. Sehingga manusia beralih ke kendaraan bermotor yang lebih bertenaga daripada kuda.Dan untuk jarak pendek serta beban ringan dan tanggung, penggunaan kuda apalagi di jalanan kota sangat tidak efisien dan mengotori jalanan dengan tahinya.
Sehingga terciptalah becak yang menggunakan tenaga manusia, untuk mengangkat atau mengantar keperluan manusia dari satu tempat ke tempet yang lain dengan jarak relatif pendek.
Kalo dari Perak ke Bundaran Waru??
Naek taxi aja Monyeeet…!!
Kemudian Didik ngomong lagi ttg ramalan Jayabaya:
“Nanti ada orang ngesot dan orang buta akan mengelilingi dunia”
Ini apa lagi?? Apa ya maksudnya????
Tahu Abdurrahman Wahid kan?
Gus Dur wis…!!
Gimana kondisi dia dan istrinya??
Ramalan yang lain:
“Sungai Brantas akan mencapai Gunung Karangkates”
Wis makin nggak ngerti deh Angki..!!!
Kemudian kata ayah si Didik, kalo kalian tahu bendungan Karangkates yang dijadikan PLTA, itukan dari anak sungai Brantas.
Nah “Sungai Brantas” yang dimaksud dalam ramalan itu adalah “Aliran Listrik”.
Dan bendungan karang kates itu hanya salah satu dari anak sungai dari Brantas yang dibendung, bukan Brantasnya
FREAK..!!!
Kata ayah si Didik juga, ramalan Jayabaya itu memang g’ pake kata-kata langsung, tapi merupakan kata amat sangat paling kiasan. Hanya “orang pinter” yang ngerti arti ramalan itu, malah katanya g’semua “orang pinter” itu tahu artinya.
FREAK Again..!!!!
Ratu Adil dan Satria Piningit belum muncul!!!
Keduanya adalah ramalan Jayabaya yang ngetop.
Malah Megawati waktu jadi Presiden disebut-sebut sebagai Ratu Adil yang akan membawa bangsa Indonesia bangkit, yang dikatakan Jayabaya: ]
“Kalo Satria Piningit dan Ratu Adil memimpin negeri ini, maka Negara ini akan sentosa”
Tapi sampe lengsernya Megawati pun, 1 US$ masih Rp. 9.000,-.
Sentosa dari mana?
Dari Hongkong??
Yang paling Didik takutkan ialah ramalan Yang berbunyi:
“Blitar dadi latar, Tulungagung dadi gedong”
Rumah Didik kan di Blitar Jeng!!
Nah Angki tanya, maksudnya jadi latar itu apa?
Katanya ada dua, Blitar rata dengan tanah atau Blitar menjadi satu dengan Tulungagung yang jadi gedungnya.
Maksud yang kedua Blitar nanti akan manjadi bagian dari Tulungagung.
Kalo ayah Didik bilang, di Tulungagung ada Gunung Kuncen (tapi aneh banget kalo dibilang gunung, coz terlalu kecil kalo dibilang gunung) yang ada ikan merah besar bernaung di dalamnya.
Dalam ramalannya:
“Ono Iwak Abang sing Ucul lek Kuncine mbuka”
Ikan merah itu akan lepas kalao “Kunci Gunung itu Terbuka”.
Wadoooh g’ ngerti Dik..!!!
Coba kalian pikir,
Ikan ??
Merah ??
Kunci ??
Bencana gunung kalo g’ meletus apalagi?
Mengeluarkan lahar yang bergerak bebas menyembur ke atas seperi lumba-lumba atau ikan terbang.
Mengeluarkan lahar yang yang panas dan berwarana merah..!!!
Gunung meletus karena ada tekanan dari bumi, sehingga puncak gunung “MEMBUKA” dan keluarlah lahar tadi.
Lahar tadi (yang dari Tulungagung) akan turun bebas ke daerah yang lebih rendah (Blitar), dan meratakan apa yang dilewatinya.
Didik bilang itu tinggal tunggu waktu..!!!!
Hiiii…!!!!!!
Sesuatu yang dibuat di dunia ini akan kembali ke wujud asalnya.
contohnya manusia akan kembali menjadi tanah jika nanti mati.
Mobil kalo udah jadi barang rongosokan akan didaur ulang dan menjadi barang baku berupa besi untuk diolah kembali.
Di ramalan Jayabaya:
“Suroboyo lan Sidoarjo mbalek dadi rowo”
WHAT..!!!!!
Legenda Suro dan Boyo kalian tahu kan??
Itu karena seluruh lahan Surabaya dulunya adalah rawa dan lautan..!!!!
Dan Suro dan Boyo berkeliaran dengan bebasnya…!!
Hingga membentuk SuroBoyo…!!!
Anjret…!!!
Ngeri banget kalo ampe itu terjadi..!!!
Lumpur Lapindo..????????
Akankah sampe ke Surabaya??
Dan menjadikannya rawa seperti apa yang diramalkan Jayabaya???
Wallahu a’lam
Filed under: Opinion















bagus..
“Blitar dadi latar, Tulungagung dadi gedong”
kayaknya bukan Tulungagung dadi gedong tapi dadi kedung (sungai yg dalam). lek gak salah, lho…