Emha Ainun Nadjib & Kyai Kanjeng
Malam minggu kemarin Angki ma Didik niatnya sih pengen menjenguk Ayahanda si Mek (Ahmad Mucklis), bareng ma si Ck juga, tapi dia udah berangkat duluan. Nah awalnya sih pengen ke Wisma Dharmala mo liat dsikon gede-gedeannya si City Surf, but Angki teh lupa kalao Wasma Dharmala udah tutup jam 19.00 WIB, padahal Angki dateng ke Wisam Dharmala jam 19.30 WIB, Yasud, Angki go on wae lah…
Trus waktu putar balik ke TP dan Angki melewati Balai Pemuda (BP), Angki ma Didik, bingung, ini teh ada pameran apa????
Langsung aja masuk parkiran di BP, and liat-liat sekitar,
eh ternyata ada Festival Pesantren Indonesia (FPI), nah yang bikin kebetulan and bikin gembira adalah malam itu adalah malam terakhir dan disuguhi penutupan dari Emha Ainun Nadjib dan Kyai Kanjeng. So pAsti ada guyonan yang mengglitik nan nyelekit dari bapak emapat anak ini kayak gini loh ceritanya:
SI Emha teh pinter banget mengocok perut orang, si Emha menyindir masyarakat Surabaya tentang antusiasme terhadap pesantren,
Emha mengatakan pesantren itu identik ma
Ndeso,
Primitif,
and pinggiran. Emha tidak menyalahkan, malah memuji panitia yang berani menyelenggarakan Festival di kota Metro seperti Surabaya ini di BP lagi, coz Bp kan tempatnya di tengah kota Surabaya. Dia mengatakan andai Festival pesantren itu di Pasuruan, Bangil ,Jombang atau Kediri lah, Emha yakin Festifal tersebut akan ramai dikunjungi.Hal yang lucu ketika Emha mengatakan saat ini Shalawat Nabi dan dzikir tidak laku sebagai potensi industri. shalawat akn laku jika yang mengumandangkan adalah pelawak, artis dan selebritis, bahkan Emha mengatakan secara berani sambil mengucapkan maaf kepada Allah dan para Kyai yang hadir disana bahwa “Barangkali sekali lagi barangkali Gusti Allah dungo nang artis supaya shalawat and dzikir’e payu”
Emha mengatakan acara-acara religi di TV, itu merupakan acara DUIT,Emha mengatakan coba sing jadi artis adalah wanita yang kesehariannya berjilbab. pasti g’ laku… kayak mbak Novia ini (penonton ketawa)kemudian Emha mengatakan musolla di Mall and Hotel pasti tidak ada yang di bagian lobi apalagi di bagian depan hotel, Emha bilang pasti di basement, yang sempit nan sempit dan panas, beda ma Mall-nya atai Hotelnya yang dingin.
Emha mengatakan JHCC (Jakarta Hall Convention Center) itu mushalanya itu di bawah, melewati parkiran dan diatas parkiran ada sulur-sulur AC yang notabene panas coz mengeluarkan pembakaran dari dalam ruangan JHCC, melewati jalan berkelok-kelok nah di situlah mushalanya di situlah ALLAH ketika Emha mengatakan itu, Emha terlihat emosi, tapi tidak nampak coz tertutup penonton mayoritas yang tertawa. Jujur aja walau Angki belum ke JHCC tapi melihat Emha mengatakan demikian Angki yakin Emha mengatakan hal yang sebenarnya, g’ usah jauh-jauh ke JHCC lah Mall di Surabaya, Angki lihat memang seperti yang dikatakan ma Emha itu.
KECIL,
SEMPIT,
ARAH KIBLAT g’ lurus bangunan, seakan akan mushalanya
Sekedar APA ADA-nya, sehingga jika orang non muslim yang tidak tahu arti arah kiblat pasti menyidir,
“Buat apa sih pake serang-serong“Perbincangan kemudian mengarah ke permasalahn kenapa kok acara Festival PEsantren ini tidak ramai… tapi Angki g’ ikut perbeincangan itu ampe selesai coz udah ngantuk banget jadi ya sud pulang wae Gituuu…
Pulang nyampe kos-kosan si Didik langsung puyeng mikir tugas mikro yang belum jadi, ya wis langsung aja bobo’
————————————————————————————————
17 Juli 2006
08.00 WIB
Angki kan hari ini ada acara pendaftaran buat anak-anak PENS yang pengen jadi staf di BEM nah kebetulan Angki jadi Kadep MedInfo (Departemen Media Komnikasi dan Informasi), tapi ampe jam 16.00 WIB sesuai waktu yang terakhir yang ditetapkan masih 6 (Enam) mahasiswa, ya sud Angki g’ marah, coz Angki yakin seyakin-yakinnya hari besok (Selasa -red) pasti lebih ramai daripada hari ini.
ya udah tunggu besok ya….!!!
Filed under: Me and My Self














Hmm I love the idea behind this website, very unique.
»
I like it! Keep up the good work. Thanks for sharing this wonderful site with us.
»
[...] “murahan. Ya iya lah…!!!! Vokalis Letto yang tak lain dan tak bukan adalah putra dari Emha Ainun Najib. Bisa jadi lirik yang tercipta adalah titisan dari sang Ayah yang fenomenal nan Handal. [...]